Ramadan 2021

Warga Kena Gempa di Dampit Gelar Megengan Sambut Ramadan 2021, Gotong Royong Masak Seadanya

Warga terdampak gempa bumi di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tetap gelar megengan. Gotong royong masak seadanya.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Ibu-ibu di posko pengungsian mandiri Desa Majang Tengah sedang memasak untuk tradisi megengan menyambut bulan Ramadan 2021. 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warga terdampak gempa bumi di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tetap semangat menyambut bulan Ramadan 2021 dengan menggelar tradisi megengan.

Sekelompok warga di pengungsian, bahu-membahu memasak dengan bahan seadanya untuk tradisi megengan.

Mereka memasak menu masakan yang sederhana. Seperti mie goreng, sambal goreng kentang dan nasi.

Baca juga: Atta Melongo Dengar Istri Bahas Menggenjotnya, Aurel Bikin Suami Terpana Soal Tekad, Kru Penasaran

Baca juga: Gus Baha Ingatkan Warga NU Jangan Anti Hisab, Muhammadiyah Jangan Anti Rukyah

Salah satu warga terdampak gempa bumi bernama Pujiastuti merasa bulan suci Ramadan 2021 sungguh berbeda.

Wanita berusia 49 tahun ini hanya bisa sabar musibah gempa bumi merusak rumah miliknya.

"Sudah tradisi kita, namanya tradisi ya kita jalani walaupun keadaan seperti ini tetapi masih bisa melakukan selamatan," ujar Pujiastuti ketika ditemui di tenda darurat yang tak jauh dari kediamannya pada Senin (12/4/2021).

Baca juga: Kemampuan Renang Tak Cukup, Remaja Sampang Umur 16 Tewas Tenggelam Saat Mandi di Embung

Baca juga: Kapolda Jatim Tak Segan Pecat Anggotanya yang Terlibat Tindak Pidana Narkotika, Tanpa Tebang Pilih

Secara filosofi, megengan mrupakan tradisi masyarakat jawa dalam menyambut bulan Ramadan. Megengan diambil dari bahasa Jawa yang berarti menahan

Kendati gempa bumi melandan, Pujiastuti mengaku tetap semangat menjalani ibadah puasa.

"Bahan masakan untuk megengan dari donatur sama gotong-royong warga," beber wanita yang bekerja sebagai guru TK itu.

Saat malam hari, Pujiastuti bersama 17 keluarga di tenda pengungsian mandiri merasa kedinginan. Kendati demikian, Pujiastuti bersyukur masih mendapat bantuan selimut dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur

"Dari bu Khofifah (Gubernur Jawa Timur) ada (bantuan) seperti sembako. Dari Pemerintah Kabupaten Malang belum, cuman didata saja," kata Pujiastuti.

Usai memasak, para ibu-ibu membagikan makanan untuk para rekan di pengungsian.

"Makanan ini juga kami jadikan untuk menu makan kita saat sahur nanti," tuturnya.

Berita tentang Ramadan 2021

Berita tentang Gempa di Jawa Timur

Berita tentang Kabupaten Malang

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved