Breaking News:

Berita Surabaya

Polisi Buru DPO Kasus Pembuat Website Palsu, Tampung Dana Bantuan Covid-19 Warga Amerika Serikat

Polda Jatim bekerja sama dengan Hubinter Mabes Polri dan FBI memburu seorang yang masuk dalam DPO dalam kasus laman palsuyang menampung dana bansos..

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/sugiharto
Website palsu yang dibuat dua WNI untuk bobol dana bantuan Covid-19 warga Amerika Serikat 

Data ini kemudian diserahkan dua tersangka pada DPO untuk kepentingan mencairkan dana bantuan pandemi COVID-19 dalam bentuk crypton bitcoin.

Farman menyebut para tersangka melakukan aksinya sejak Mei 2020 sampai Maret 2021.

Para tersangka menyebarkan domain palsu ini ke 27 juta nomor telepon warga AS dan yang tertipu sekitar 30 ribu orang yang tersebar di 14 negara bagian AS.

Tak hanya itu, Farman mengatakan pelaku mengantongi uang ratusan juta per bulan untuk aksinya ini. 

Farman mengatakan uang ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pelaku. Namun, ada juga yang digunakan untuk berwisata dan ke tempat hiburan.

"Keuntungan yang telah diterima oleh SFR selama melakukan perbuatan tersebut kurang lebih sebesar 30.000 USD sekitar Rp 420 juta yang digunakan tersangka untuk berlibur, membayar hutang dan ke tempat hiburan," ungkapnya. 

Sedangkan untuk tersangka lainnya, mendapat uang Rp 60 juta selama menjalankan aksinya.

Keuntungan yang didapatkan berupa mata uang Krypto Bitcoin yang bisa dikonversikan menjadi mata uang Rupiah.

"Untuk tersangka lainnya, uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli laptop, membayar hutang, dan membayar biaya pendaftaran kuliah," tambah Farman.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari laptop, handphone hingga beberapa kartu ATM milik pelaku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved