Mensos Risma Enggan Pikirkan Hasil Survei Capres, Fokus Tangani Gempa
Menteri Sosial Tri Rismaharini dinyatakan unggul dalam bursa Calon Presiden melalui sejumlah hasil survei. Bagaimana tanggapannya?
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Bobby Koloway | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Sosial Tri Rismaharini dinyatakan unggul dalam bursa Calon Presiden melalui sejumlah hasil survei. Bagaimana tanggapannya?
"Sing nyalono sopo? Paling awakmu sing ngadakno survei (Yang mencalonkan siapa?, soal tingginya elektabilitas, mungkin Anda yang melakukan survei)," jawab Risma diplomatis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (17/4/2021).
Menurutnya, pembicaraan soal kontestasi politik, baik untuk regional maupun di tingkat nasional, masih terlalu dini. Ia memilih fokus menjalankan tugasnya saat ini di Kementerian Sosial.
Apalagi, sejumlah daerah di Indonesia tengah dilanda bencana. Di antaranya gempa bumi di Jawa Timur, banjir NTT, hingga potensi di Papua.
"Ya aku konsentrasi. Bingung terus. Misalnya, Papua. Juga harus diperhatikan. Senin aku sebenarnya mau ke sana. Tapi dilarang untuk sementara," kata Risma menjelaskan.
"Jadi ya sudah kita kirim bantuan terlebih dahulu. Supaya bisa digunakan oleh para pengungsi," katanya.
Mantan Wali Kota Surabaya ini menyebut lebih fokus memikirkan hal tersebut. "Jadi, aku mikir itu. Nggak mikir lainnya. Sebab konsentrasi untuk itu juga berat. Nggak boleh sampai terlambat," katanya.
Ia menjelaskan, hal lain yang juga kini ia waspadai adalah potensi gempa megathrust di Indonesia. Ini potensi tsunami mencapai 20 meter di Pulau Jawa bagian selatan.
Menurutnya, gempa yang berpusat di Malang beberapa waktu lalu membawa dampak cukup besar. Sehingga, pihaknya mewanti daerah yang berpotensi menghadapi gempa, untuk waspada.
"Apalagi, gempa ini juga efeknya besar. Misalnya kaya gempa di Malang. Ikutannya bisa 10 kali. Jadi, habis 6,7 SR ada 5 koma sekian. Terus turun-turun sampai 10 kali. Terus, ada juga gempa di Nias (Sumatera Barat) 10 kali. Terus ada lagi di Pacitan," katanya kepada TribunJatim.com.
Baca juga: Aksi Manusia Silver di Kota Kediri Tuai Pro dan Kontra
Baca juga: Hasil FP3 MotoGP Portugal 2021 - Quartararo Tak Terkejar, Rossi dan Marquez Senasib
Baca juga: Kepayahan, Aurel sampai Panik Atta Rajin Ajak Berhubungan Intim, Suami: Tiap Hari Itu Harus Sering
Mengutip Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Risma menyebut ini bisa menjadi gejala potensi gempa yang lebih besar. Potensi ini terjadi di lempeng Selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa.
"Jadi, ini terus. Dikawatirkan, ada gempa yang lebih besar. Kalau gempa lebih besar, kata Bu Dwikorita (Kepala BMKG Dwikorita Karnawati), yang dikawatirkan, itu ada gempa yang lebih besar dan bisa menimbulkan Tsunami setinggi 20 meter," katanya.
Saat ini, pihaknya tengah sosialisasi ke daerah terkait mitigasi bencana. Pihaknya berharap ada kesadaran untuk masing-masing daerah untuk mewaspadai setiap bencana.
"Kami lebih banyak sosialisasi ke Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dilalui megathrust. Khawatirnya, seperti itu. Sebab, ini (gempa) mulai runtut," terangnya kepada TribunJatim.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-menteri-sosial-tri-rismaharini-ketika-dikonfirmasi-di-surabaya.jpg)