Breaking News:

Berita Kota Kediri

Aksi Manusia Silver di Kota Kediri Tuai Pro dan Kontra

Aksi manusia silver yang mengedarkan kotak sumbangan di sejumlah titik jalan Kota Kediri sejak beberapa pekan menuai pro dan kontra dari masyarakat.

(Surya/Didik Mashudi)
Aksi manusia silver sewaktu mengedarkan kotak sumbangan di Perempatan Reco Pentung, Kota Kediri, Sabtu (17/4/2021). 

Reporter : Didik mashudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi manusia silver yang mengedarkan kotak sumbangan di sejumlah titik jalan Kota Kediri sejak beberapa pekan menuai pro dan kontra dari masyarakat.

Pantauan awak media, aksi manusia silver di Kota Kediri berpindah-pindah di Perempatan Reco Pentung, Perempatan Baruna, Pertigaan Makodim, Perempatan Baptis dan sekitar Pasar Pahing.

Aksi yang dilakukan biasanya seorang diri, namun beberapa kali penampilan ada dua orang yang mengecat sekujur tubuhnya dengan warna silver.

Saat beraksi manusia silver ini mengedarkan kotak sumbangan bertuliskan himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan.
Salah satu kotak sumbangan bertuliskan, "Ayo Pakai Masker dan Jaga Jarak Biar Kita Semua Saling Melindungi".

Aksi manusia silver ini telah menuai pro dan kontra, sebagian berpendapat aksinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sebagaimana tertulis di kotak sumbangan.

Baca juga: Hasil FP3 MotoGP Portugal 2021 - Quartararo Tak Terkejar, Rossi dan Marquez Senasib

Baca juga: Kans Lolos Final Masih Terbuka, Pelatih PS Sleman Berharap Keberuntungan Hadapi Persib di Leg Kedua

Baca juga: Serasa Ngabuburit di Mekkah, Menu Buka Puasa Khas Timur Tengah di Surabaya Utara

Namun warga lainnya menilai aksi manusia silver tidak ada bedanya dengan ulah peminta-minta, pengamen atau pengemis.

Seperti disampaikan Suwarno (40) warga Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri berpendapat aksi manusia silver membantu mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.

"Meskipun mengedarkan kotak sumbangan, tapi ada nilai edukasinya untuk masyarakat," kata Suwarno kepada TribunJatim.com, Sabtu (17/4/2021).

Sementara Agus warga Kelurahan Banjaran, Kota Kediri berpendapat, ulah manusia silver tidak ada bedanya dengan pengamen dan pengemis karena sumbangan yang diterima untuk kepentingan dirinya sendiri.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved