Breaking News:

Ramadan 2021

Awal Bulan Suci Ramadhan, Penjual Roti Kering di Gresik Masih Sepi Orderan

Awal bulan suci Ramadhan, penjualan kue kering masih sepi. Hal itu dirasakan  M Sya'ban (38), warga Jalan Veteran, Gang XV, Kelurahan Singosari

TribunJatim.com/ Sugiyono
Penjual kue kering di Gresik 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Awal bulan suci Ramadhan, penjualan kue kering masih sepi. Hal itu dirasakan  M Sya'ban (38), warga Jalan Veteran, Gang XV, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, yang sehari-hari berjualan kue ke toko-toko, Minggu (18/4/2021). 

Usaha kue kering di tengah Pandemi Covid-19 dan awal Bulan Suci Ramadhan menjadi tantangan bagi usaha, mikkro kecil dan menengah (UMKM). Sepeti diungkapkan M Sya'ban, bahwa sejak masuk bulan Suci Ramadhan pesanan roti kering masih belum ada. Padahal, biasanya, sebelum covid-19 pembeli jajanan jenis roti kering lumayan ramai. 

"Ini puasa sudah dapat hampir sepekan, belum juga ada pesanan," kata Sya'ban dengan bola mata berkaca-kaca. 

Baca juga: Diduga Hilang Konsentrasi Saat Berkendara, Pengendara Honda CB Tabrak Mobil Toyota Agya di Malang

Lebih lanjut Sya'ban mengatakan, untuk harga roti kering 500 gram hanya sekitar Rp 60.000. "Ini sudah cukup terjangkau, sebab harga-harga kebutuhan pokok untuk membuat roti juga naik," imbuhnya. 

Sementara, untuk modal usaha, Sya'ban masih mengandalkan pinjaman. Baik dari bank dan perorangan. Sebab, selama pandemi covid-19, usaha berjualan roti basah mandek total. Hampir 9 bulan tidak berjualan roti basah. Kemudian, awal bulan suci Ramadhan membuka usaha baru berupa roti kering. 

"Modal dari pinjam di bank dan pinjam ke perorangan. Belum tahu ini bisa membayar hutang atau tidak. Pesanan roti masih sepi," katanya. 

Dari sepinya pesanan tersebut, Sya'ban yang juga ketua Komunitas UMKM Eson Asli Arek Gresik (EAAG) mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk membeli produk UMKM lokal untuk lebaran. Sebab, dengan membeli produk UMKM sendiri, maka perekonomian bisa berputar. 

Misalnya, produk-produk UMKM lokal, ada kue kering, minuman temu lawak, aneka ragam jajanan khas Gresik dan busana muslim produksi Gresik

"Diharapkan, pemerintah daerah memesan paket jajan lebaran di UMKM lokal. Tidak di super market atau minimarket yang titipan dari pabrik besar," imbuhnya. 

Terpisah, sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)   melaunching  'Gerakan 1.000 UMKM Bangkit untuk Gresik Mandiri Berkarya', dengan menggandeng Petrokimia Gresik, di kafe Mustika Rasa,  Jalan Tri Dharma, Gresik, Kamis (15/4/2021). 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yani mengatakan, untuk menggerakkan perekonomian UMKM, akan disiapkan peraturan agar minimarket  menampung produksi UMKM lokal. 

"Sedangkan untuk permodalan, Pemkab Gresik menyiapkan Bank Gresik untuk memberikan pinjaman modal dengan bunga murah kepada UMKM," kata Gus Yani. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved