Breaking News:

Ngaji Gus Baha

Gus Baha : Pentingnya Uang, Tidak Punya Uang Susahkan Orang Lain

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus membahas tentang pentingnya Uang.

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
Gus Baha bersama para muhibbin (pecintanya) serta para santri 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus membahas tentang pentingnya Uang.

Islam tidak melarang penganutnya untuk memiliki harta berlimpah. Apalagi yang bersangkutan adalah tokoh agama, sehingga kekayaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk kebaikan.

Gus Baha yang kini menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengkritik para sufi yang hanya mengajarkan ikhlas dan tidak mau membahas tentang hal-hal yang sifatnya duniawi, uang dan rejeki.

Karena bagi mereka semakin banyak uang akan semakin banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan saat hisab kelak.

“Kalau pakai logika fikih, harta itu fitnah. Oke, seakan-akan harta itu masalah. Tapi kalau ini (harta) dimiliki orang dzalim, maka akan menjadi masalah besar. Sehingga orang saleh juga harus menguasai harta,” katanya di hadapan sejumlah tamu undangan.

Gus Baha, sapaan akrabnya kemudian menceritakan bagaimana awalnya Imam Syafi’i sangat musykil dengan gurunya yang terbilang kaya raya yakni Imam Malik. Namun pendirian sedikit demi sedikit berubah lantaran Imam Malik kaya, dan membiayai menemui orang yang juga alim yakni Muhammad bin Hasan Asy-Syaiban.

Kekaguman Imam Syafii kepada ulama kaya semakin lengkap saat bertemu Muhammad Hasan Asy-Syaiban di Iraq. Karena begitu tiba di kediamannya, Imam Syafi’i kaget karena tuan rumah juga sangat kaya, bahkan saat itu ia tengah sibuk menata uang dan emas di ruang tamunya.

Baca juga: Gus Baha : Sopir Bus Antar Kota Wajib Berpuasa

Baca juga: Gus Baha, Anak Marah, Anak Minta Uang Banyak, Itu Cerminan Orang Tua Rakus

Baca juga: Pakai Sound System Hajatan Buat Bangunkan Sahur, Kelompok Ronda di Tulungagung Diamankan Polisi

Saat Imam Syafi’i terlihat masih takjub, Muhammad bin Hasan Asy-Syaiban langung berucap: “Anda kagum ini, anda kaget ini. Kalau kamu menyoal orang saleh kaya, ini (harta) saya kasihkan kepada orang-orang fasik biar dipakai judi, selingkuh, maksiat, dan sebagainya,” kata Muhammad bin Hasan Asy-Syaiban.

Mendapat jawaban tersebut, Imam Syafi’i menjawab: “Jangan, jangan, harta ini harus tetap di tangan orang saleh. Kalau jatuh ke tangan orang fasik, bahaya.”

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved