Breaking News:

Berita Gresik

Plt Camat Diuduksampeyan Bakal Panggil NH Terkait Penipuan Penerimaan Pegawai Negeri Sipil

Kasus dugaan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menyeret nama anggota staf kecamatan Duduksampeyan memasuki babak baru

ist
Ilustrasi penipuan CPNS di Gresik 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Kasus dugaan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menyeret nama anggota staf kecamatan Duduksampeyan memasuki babak baru. Plt Camat Duduksampeyan, Suyono segera memanggil yang bersangkutan untuk menjelaskan duduk perkaranya.

“Saya malah baru tahu, Senin (19/4/2021) saya panggil,” ucap Suyono sapaan akrabnya.

Pria yang kerap disapa Yono ini mengaku tidak tahu jika ada jajarannya melakukan hal seperti itu. Korban menyetorkan uang untuk menjadi abdi negara dengan nilai yang tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta. Para korban dijanjikan dalam kurun waktu satu tahun akan menjadi PNS oleh terduga pelaku berinisial NH ini.

Baca juga: Jalan Penghubung Antar Desa di Gresik Rusak Parah, Warga Gotong Royong Memperbaikinya

Disinggung mengenai adanya salah satu bawahannya yang juga menjadi korban penipuan, Yono menjawab tidak tahu.

“Saya tidak tahu,” terangnya.

Sebelumnya sosok NH yang merupakan staf Kecamatan itu hanya duduk sambil memegang kedua lututnya ketika dikonfirmasi atas penipuan berkedok penerimaan pegawai negeri sipil. Badannya mulai gelisah dan meminta izin untuk ke kamar mandi saat ditanyai lebih dalam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga orang yang menjadi korban. Mereka menyetorkan uang mulai dari Rp 40 juta hingga Rp 100 juta kepada NH. Saat itu, terduga pelaku ini menjanjikan ketiganya menjadi PNS di Gresik dalam kurun waktu satu tahun.

Ternyata saat tahun 2020, janji itu meleset, uang itu sudah dibawanya. Salah satu ayah dari korban adalah atasan NH di lingkungan Kecamatan Duduksampeyan pun menagih agar uang itu kembali.

Kepada Surya, NH awalnya membantah jika memiliki korban lebih dari satu dengan nilai uang seperti yang disebutkan. NH mengaku hanya memiliki satu korban dengan nominal uang antara Rp 39 sampai Rp 40 juta.

“Saya lupa, yang jelas sudah saya kembalikan dengan cara mencicil,” kata dia.

Saat dikonfirmasi terkait siapa saja oknum yang terlibat hingga memberikan jaminan jadi PNS, NH menyebut ada seseorang pegawai namun terburu meninggal karena Covid-19 sehingga dia buru-buru mengembalikan uang.

NH enggan memberikan keterangan lebih jauh, siapa oknum yang berani memberikan jaminan kepadanya untuk melakukan penipuan penerimaan pegawai negeri sipil di Gresik. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Penulis: Willy Abraham
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved