Ramadan 2021

Selama Bulan Ramadan, Produsen Cincau di Koa Malang Kebanjiran Pesanan

Selama bulan ramadan, produsen cincau yang terletak di Jalan Zaenal Zakse Gang I, Kota Malang tersebut kebanjiran orderan oleh konsumennya.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/kukuh kurniawan
Salah seorang pegawai produsen cincau di Kota Malang, saat memasukkan cincau ke dalam kaleng (blek). 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi penjual maupun produsen makanan dan minuman. Tak terkecuali bagi produsen cincau atau yang biasa dikenal sebagai cao.

Pasalnya selama bulan ramadan ini, permintaan pembuatan cincau mengalami peningkatan cukup signifikan.

Seperti halnya yang dialami salah satu produsen cincau legendaris, Mak Cao yang telah berdiri sejak tahun 1961.

Selama bulan ramadan, produsen cincau yang terletak di Jalan Zaenal Zakse Gang I, Kota Malang tersebut kebanjiran orderan oleh konsumennya.

Pengelola Mak Cao, Hariyati yang merupakan generasi ketiga dari usaha turun temurun keluarga tersebut mengatakan, awalnya usaha cincau itu dipelopori oleh mertuanya yang akrab disapa Mak Cao bersama suaminya yang merupakan warga asli Cina.

"Dulu awalnya itu nenek (mertua) saya itu nikah sama orang Cina asli. Jadi suaminya itu dari negaranya sana membawa pengalaman membuat cincau, lalu diaplikasikan di sini (Kota Malang). Sehingga di sini itu sudah terkenal sebagai pembuat cincau (cao), sampai saya juga dipanggil anaknya Cao," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (19/4/2021).

Baca juga: 8 Tahun Menanti, Akhirnya Stadion Batoro Katong Diserahkan Kemenpora ke Pemkab Ponorogo

Baca juga: Terkuak Pemicu Nathalie Holscher Galau Sule, Serba Salah? Putdel Akui Rindu Lina, Rizky Febian Beda

Baca juga: Harga Daging Ayam Naik Drastis di Bulan Ramadan 2021, Kadin Kabupaten Sumenep Beber Penyebabnya

Ia menjelaskan selama momen ramadan seperti ini, produksi cincaunya mengalami peningkatan berkali-kali lipat.

Pada hari-hari biasa, dirinya hanya memproduksi cincau sekitar 20 sampai 30 blek (kaleng). Namun pada momen Ramadan seperti ini, dirinya bersama para karyawan bisa mencapai orderan per hari sekitar 200 hingga 250 blek (kaleng).

"Harga satu bleknya itu Rp 50 ribu. Kalau Ramadan seperti ini, kami bisa produksi hingga 250 blek, itu saja kami kewalahan. Kalau mau lebih sebenarnya bisa saja, cuma karyawannya yang enggak mampu," jujurnya.

Dirinya mengungkapkan meski memiliki enam karyawan, namun hal itu dirasa masih belum mampu untuk memproduksi cincau dengan jumlah yang cukup banyak.

Apalagi pembuatan cincau membutuhkan proses penyaringan dan pemasakan yang cukup lama, serta menghabiskan waktu yang cukup banyak.

"Tahun kemarin karyawan saya itu orang Wajak, Kabupaten Malang, dan mereka kuat-kuat. Tahun lalu pernah membuat 400 blek cincau dalam sehari, itu bikinnya sampai menjelang sahur. Tapi saat ini karyawan saya tetangga-tetangga sekitar, mereka belum terlalu kuat, jadi hanya sampai 200 blek saja sehari," katanya kepada TribunJatim.com.

Dengan banjirnya pesanan tersebut, dirinya pun membatasi para konsumen hingga pelanggannya untuk tidak mengambil (memesan) cincau terlalu banyak.

Hal itu dikarenakan, agar para konsumennya yang selama ini tetap setia membeli hasil produksi cincaunya dapat terbagi rata.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved