Cegah Kanker Serviks, Pemkab Malang Ajukan 44.700 Alat Skrining ke Kemenkes

Pemerintah Kabupaten Malang mengajukan alat self sampling atau skrining mandiri untuk mendeteksi dini kanker serviks sebanyak 44.700 unit

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Luluul Isnainiyah
ADVOKASI: Kementerian Kesehatan, Wakil Bupati Malang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mengikuti kegiatan advokasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode self sampling di Ruang Panji Pulang Jiwo Kepanjen, Kabupaten Malang. Kamis (9/4/2026). Pemerintah Kabupaten Malang mengajukan alat self sampling atau skrining mandiri untuk mendeteksi dini kanker serviks sebanyak 44.700 unit ke Kementerian Kesehatan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Malang mengajukan 44.700 alat self sampling ke Kementerian Kesehatan untuk deteksi dini kanker serviks.
  • Target skrining mencapai 700 ribu perempuan, namun baru sekitar 5 persen yang telah diperiksa.
  • Metode self sampling memungkinkan perempuan mengambil sampel sendiri untuk pemeriksaan HPV DNA.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luluul isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang mengajukan alat self sampling atau skrining mandiri untuk mendeteksi dini kanker serviks sebanyak 44.700 unit ke Kementerian Kesehatan. Alat ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan skrining kanker leher rahim pada perempuan.

Hari ini, Kamis (9/4/2026) dilakukan kegiatan advokasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode self sampling di Ruang Panji Pulang Jiwo Kepanjen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Wakil Bupati Malang, dan Dinas Kesehatan. 

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib menyampaikan target sasaran usia yang bisa dilakukan deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Malang sebanyak 700 ribu perempuan. Dari angka ini, 400 orang di antaranya positif mendetika kanker serviks.

"Nah itu (400 orang.red) yang baru skrining sekitar 5 persen. jadi masih banyak yang belum tercover," kata Lathifah ketika dikonfirmasi. 

Dirinya menyampaikan, dalam kegiatan ini pihaknya telah berdikusi dengan Kementerian Kesehatan soal rendahnya target skrining pada perempuan.

Baca juga: Dokter Ingatkan Masyarakat Jatim Lakukan Pap Smear untuk Cegah Kanker Serviks

Alasan tersebut di antaranya karena ketakutan masyarakat soal penyakit itu sendiri serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini. 

Sehingga, Kementerian Kesehatan RI mengembangkan program self sampling untuk deteksi dini kanker serviks menggunakan metode HPV DNA. Hal ini dilakukan dengan alat khusus untuk mengambil sample yang dilakukan sendiri oleh pasien. 

"Alat ini sudah dilakukan sosialisasi. Itu bisa dilakukan sendiri untuk mengambil samplenya jadi seperti swab dari organ dalam kewanitaan, nanti dikumpulkan lalu dibawa ke laboratorium. Nah kalau ada indikasi mengarah ke sana (kanker) bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya. 

Selain untuk mencegah, metode ini juga diharapkan segera dilakukan tindakan medis jika terdapat indikasi penyakit tumor ganas perempuan rentang usia 30-69 tahun.

Baca juga: Sadar Soal Kesehatan Perempuan, Surabaya Jadi Percontohan Skrining Kanker Serviks Mandiri

Untuk itu Lathifah mendorong kepada organisasai masyarakat (ormas) perempuan agar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini. 

"Karena kalau kita sudah tahu tentang kanker serviks sejak awal, Insya Allah itu bisa disembuhkan. Sehingga kemungkinan sembuhnya itu lebih besar dibanding yang baru diketahui di stadium akut," jelasnya.

Di sisi lain, politisi asal PKB ini mendorong aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang untuk meningkatkan kesadaran diri dalam deteksi dini. Dan ini harus dilakukan secara berkala paling tidak 5 tahun sekali melakukan pap smear. 

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Titis Ari Respatilatsih menjelaskan alat skrining mandiri ini berbentuk tabung kecil dan panjang. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved