Ramadan 2021
Apakah Minum Air Putih Hangat saat Buka Puasa dan Sahur Bisa Bikin Langsing? Ini Kata Ahli Gizi
Benarkah minum air hangat saat buka puasa dan sahur bisa membuat tubuh langsing? Simak penjelasannya.
Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM - Benarkah minum air hangat saat buka puasa dan sahur bisa membuat tubuh langsing?
Ahli gizi Anjas Kusmarani, S. Tr. Gz, memberikan penjelasan terkait isu yang kerap beredar di tengah masyarakat ini.
Dilansir dari Tribun Jateng 'Benarkah Minum Air Hangat Saat Berbuka Puasa & Sahur Bisa Bikin Langsing? Ini Penjelasan Ahli Gizi',
Baca juga: Bacaan Doa 10 Hari Kedua Ramadan 2021, Tulisan Arab Latin dan Terjemahan, Diampuni Segala Dosa
Nyatanya, air hangat maupun dingin tidak memengaruhi berat badan.
Tidak pula dapat membakar kalori.
Namun, memang sangat disarankan untuk mengonsumsi segelas air sebelum makan.
Hal ini berfungsi untuk mengendalikan nafsu makan yang berlebih.
"Kalau diminum sebelum makan dapat mengurangi nafsu makan sehingga makan menjadi tidak terlalu banyak. Kalau dilakukan dalam jangka waktu lama, dapat menurunkan berat badan," katanya dalam live streaming, Rabu, (21/4/2021).
Baca juga: Candaan Ayu Ting Ting Dijawab Luna Maya Ketus, Suasana Langsung Berubah Canggung, Tuaan Anda

Di sisi lain, Anjas mengatakan untuk pemilihan buka puasa, Rasulullah sudah menganjurkan untuk konsumsi air putih ditambah tiga butir kurma.
Kalau pun memang ingin meminum teh manis air hangat dipastikan porsi gulanya tidak berlebih.
"Kalau teh hangat 1 gelas 250 ml hanya ditambahkan 1 sendok makan saja. Karena dapat menaikkan kadar gula namun bisa segera menurunkankan kadar gula tersebut. Sehingga tubuh menjadi lemas dan berakhir pada menurunnya imunitas tubuh kita," katanya lagi.
Baca juga: Putri Delina Nangis Curhat Pilu ke Mbak You, Anak Sule Merasa Takut Disinggung Keluarga: Jadi Jauh
Berikut cara diet sehat saat puasa Ramadan
Adapun cara diet sehat saat puasa Ramadan bisa mengurangi asupan gula.
Bahkan, termudah menerapkan rumus minum air putih 2-2-2-2, seperti apa itu
Bagaimana tips diet saat puasa Ramadan selengkapnya?
Simak penjelasannya berikut ini cara diet sehat saat puasa Ramadan hingga berat badan turun 10 kg.
Baca juga: 3 Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Jalani Ibadah Puasa, Setelah Sahur Termasuk: Ringan Saja
1. Banyak makan serat dan protein
Daripada menyantap menu yang mengandung banyak kalori, akan lebih baik jika menu sahur dan buka puasa kita dipenuhi serat dan protein.
Serat lebih lama diserap dan dicerna oleh tubuh daripada kalori sehingga sangat baik untuk menu sahur.
Kamu bisa merasa kenyang sepanjang hari tanpa merasa kelaparan.
Makanan tinggi serat dan protein juga membantu menekan nafsu makan.
Dengan begitu, kamu tidak akan kalap pada saat berbuka puasa.
Adapun contoh makanan berserat yakni sayur-sayuran hijau. Sementara untuk asupan protein bisa didapatkan dari lauk seperti telur dan ikan.
2. Hindari makanan dan minuman manis
Makanan dan minuman manis memang diperlukan tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Namun tetap saja, jangan terlalu banyak mengonsumsinya.
Saat berpuasa, produksi insulin tubuh menurun, padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula jadi sumber energi.
Jika gula tak diubah jadi energi, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Inilah mengapa makan hidangan manis saat berpuasa bisa bikin gemuk.
Maka, lebih baik pilih makanan dengan karbohidrat kompleks untuk menambah energi, misalnya dari buah, sayur, dan nasi merah.
3. Tetap berolahraga
Puasa jangan sampai jadi alasan bagi kamu untuk malas bergerak.
Berolahraga saat puasa justru menjadi sangat efektif untuk melarutkan lemak.
Biasanya tubuh menghasilkan energi dari pembakaran glukosa (gula).
Namun, ketika puasa dan tidak mendapatkan asupan glukosa selama berjam-jam, tubuh akan mencari sumber energi lainnya, yaitu cadangan lemak.
Maka, berolahraga saat puasa bisa memicu pembakaran lemak berlebih.
Kendati demikian, perlu diingat untuk melakukan olahraga yang cenderung ringan saat sedang puasa.
4. Minum banyak air
Minum 8 gelar air putih saat puasa dengan memakai rumus 2-2-2-2: Dua gelas saat sahur, dua gelas ketika berbuka puasa, dua gelas setelah Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.
Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism mengungkapkan bahwa minum air putih bisa meningkatkan metabolisme tubuh sampai 30 persen.
Semakin cepat metabolisme tubuh bekerja, semakin banyak lemak dan kalori yang dibakar.
5. Hindari gorengan
Gorengan memang cukup menggoda dimakan saat berbuka puasa.
Hati-hati, mengonsumsi makanan serba digoreng yang sarat dengan lemak jahat (lemak jenuh) di bulan puasa bisa membuat gemuk lho.
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat puasa, coba gantilah dengan lemak tak jenuh.
Lemak tak jenuh lebih baik untuk kesehatan karena tidak meningkatkan kadar kolesterol.
6. Tidur cukup
Tidur bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang manjur sedangkan kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme.
Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.
Di samping itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon ghrelin yang menyebabkan nafsu makan bertambah lho.
7. Jaga porsi makan saat berbuka
Makan dengan porsi berlebihan bisa meningkatkan gula darah secara tiba-tiba.
Padahal seperti disebutkan sebelumnya, tubuh tidak memproduksi banyak insulin ketika puasa.
Supaya tidak makan berlebihan, coba pakai piring yang ukurannya lebih kecil.
Baca serba-serbi Ramadan 2021 lainnya.