Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kapal Selam Nanggala Hilang

Black Out Diduga Sebab KRI Nanggala 402 Hilang Jatuh ke Palung Dalam 700 Meter, Ada Tumpahan Minyak

Diduga penyebab KRI Nanggala 402 hilang jatuh ke palung sedalam 700 meter karena black out, tampak tumpahan minyak.

Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
Grid.ID via Tribunnews.com
KRI Nanggala 402 hilang 

Saat ini, TNI tengah mengerahkan berbagai kapal perang menuju ke tempat kejadian.

Selain itu, Indonesia telah meminta bantuan Singapura dan Australia yang memiliki kapal penyelamat kapal selam.

Ada dugaan, kapal itu kini berada di palung di kedalaman 700 m.

"Besok saya segera menuju ke lokasi," kata Hadi.

Baca juga: Curiga Uang di Laci Sering Hilang, Pengusaha Kopi Pasang CCTV, Tak Percaya dengan Sosok yang Dilihat

Sedangkan penyebab kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak terungkap.

Diduga KRI Nanggala-402 hilang kontak karena mengalami black out sesaat setelah meminta izin menyelam.

"Baru izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews.com.

Akibatnya, KRI Nanggala-402 diduga tak terkendali sehingga jatuh ke palung pada kedalaman 600 hingga 700 meter.

Selain dugaan black out, ditemukan tumpahan minyak di sekitar area tenggelamnya KRI Nanggala-402 oleh tim pencari.

Kemungkinan tangki BBM KRI Nanggala-402 mengalami retak karena tekanan air laut.

Hal ini seperti dikutip dari keterangam resmi Biro Humas Kementerian Pertahanan.

"Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatan udara dengan helikopter, ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal menyelam."

Seorang anggota TNI melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 untuk menyelamatkan korban saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Selasa (7/10/2014). Peringatan terbesar sepanjang sejarah TNI tersebut mengambil tema Patriot Sejati, Profesional, dan Dicintai Rakyat.
Seorang anggota TNI melakukan fast rope di atas kapal selam KRI Nanggala-402 untuk menyelamatkan korban saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Selasa (7/10/2014). (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

KRI Spica juga dikerahkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala 402.

"Kita terus lakukan pencarian dan kita mengerakahkan kapal spike (KRI Spica) untuk mencari posisi Nanggala di mana," kata Hadi.

KRI Spica merupakan kapal bantu Hidro Oseanografi dilengkapi perangkat single beam echo sounder jenis Kongsberg’s EA600 dan multibeam systems EM2040 dan EM302.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved