Breaking News:

Berita Ponorogo

Kasus Kematian Covid-19 Ponorogo Lebih Tinggi Dibandingkan Jawa Timur, Dinkes Beberkan Penyebabnya

Case Fatality Rate (CCase Fatality Rate (CFR) atau angka kematian pasien kasus Covid-19 di Ponorogo mengalami kenaikan. Bahkan melebihi...

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/ArifCandra
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini bicara soal Case Fatality Rate (CFR) pasien kasus Covid-19 di Ponorogo mengalami kenaikan. 

Reporter: Sofyan Arif Candra I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian pasien kasus Covid-19 di Ponorogo mengalami kenaikan.

Bahkan, persentase kematian kasus Kabupaten Ponorogo melebihi Provinsi Jawa Timur.

Pada 20 April lalu CFR Ponorogo mencapai 7,78 persen sedangkan Jawa Timur hanya 7,20 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini mengungkapkan, salah satu penyebab tingginya CFR di Ponorogo karena masyarakat yang mulai terlena. 

"Covid-19 di Ponorogo masih ada, meskipun pemerintah memberlakukan kelonggaran kegiatan masyarakat, misalnya wisata dan hajatan dengan kapasitas 50 persen. Namun harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang tinggi," kata Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Cerita Istri Kru KRI Nanggala 402, Ungkap Video Call Terakhir, Firasat Sempat Tak Ingin Berangkat

Dengan adanya kelonggaran tersebut, Irin menilai masyarakat sedikit lengah, dan justru berasumsi pandemi Covid-19 sudah selesai.

Kondisi tersebut memperburuk situasi penularan Covid-19 di Bumi Reog.

Selain CFR, indikator naiknya penularan Covid-19 di Ponorogo adalah rumah sakit rujukan yang semakin penuh.

Baca juga: Cerita Ketua RW Sempat Kirim Pesan WA ke Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402: Orangnya Baik

"Harus ada koordinasi rumah sakit satu dengan yang lainnya, mana yang masih kosong untuk bisa memasukkan pasien yang mau isolasi," lanjutnya.

Menurut Irin, sekeras apapun Satgas Penanganan Covid-19 berusaha tanpa keikutsertaan masyarakat, pandemi Covid-19 tidak akan selesai.

"Sebenarnya gampang tapi masyarakat masih sulit untuk patuh 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun," jelas Irin.

Dengan partisipasi masyarakat, diharapakan angka kematian dan kasus penularan Covid-19 di Ponorogo bisa turun.

"Data-data ini kami sajikan agar masyarakat lebih berhati-hati dan lebih mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

Baca juga: Disnaker Kota Blitar Mulai Buka Dua Posko Pemantauan Tunjangan Hari Raya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved