Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ramadan 2021

Sarung Tenun Ikat Parengan Banjir Order 10x Lipat di Ramadan 2021, Artis Ibu Kota Juga Kesengsem

pengrajin sarung tenun ikat di Desa Parengan, Kabupaten Lamongan kebanjiran order di Ramadan 2021. Sampai bikin artis ibu kota kesengsem.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Produksi sarung tenun ikat di rumah perusahaan Paradila milik H Miftahul Khoiri, Kamis (21/4/2021). 

Reporter: Hanif Manshuri | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ramadan 2021 membawa berkah  bagi pengrajin sarung tenun ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

Beda dengan Ramadan tahun lalu, pada masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ) tahun kedua ini, para pengrajin sarung tenun ikat kebanjiran order.

"Meningkatkan 10 kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan tahun sebelumnya, " kata pengrajin sarung, H Miftahul Khoiri, kepada Tribunjatim.com, Kamis  (21/4/2021).

Baca juga: Candaan Ayu Ting Ting Dijawab Luna Maya Ketus, Suasana Langsung Berubah Canggung, Tuaan Anda

Baca juga: KRI Nanggala 402 Monster Bawah Laut Hilang, Komisi I DPR RI Soroti Usia Kapal Selam: Sudah Tua

Bahkan katanya, permintaan sarung tak hanya datang dari dalam negeri saja. Permintaan juga datang dari luar negeri seperti Timur Tengah dan Malaysia.

Diungkapnya, permintaan sarung tenun ikat yang ia buat sebelum bulan puasa biasanya hanya laku 2 sampai 3 kodi. Namun kali ini sarung yang ia produksi laku 10 sampai 12 kodi.

"Alhamdulillah tahun ini pesanan banyak mas. Tahun 2020 kemarin penjualan turun drastis karena virus Corona, " katanya.

Tapi sekarang, sejak  Covid-19 di Indonesia sudah berangsur-angsur berkurang, Alhamdulillah permintaan meningkat lagi,

Ia mengatakan, karena pandemik Covid-19 jumlah pekerja di perusahaannya juga berdampak dan harus  dibatasi

Baca juga: Sosok Letkol Laut (P) Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala 402, Lulusan Sesko Jerman, Karir Cemerlang

Baca juga: Bulan Ramadan, Dua Pemuda di Lamongan Malah Nekat Masuki Rumah Mamah Muda, Pelaku Pelajari Situasi

Meski bulan ini banyak pesanan sarung tenun ikat. Namun tidak semuanya, 100 pekerja yang biasa memproduksi sarung tenun ikat miliknya dipekerjakan.

Mif hanya mempekerjakan 75 orang, dan sisanya dialihkan sebagai  pekerja bangunan yang sedang berjalan di komplek rumahnya.

"Ya karena Covid-19 karyawan kami 100 orang kita kurangi. Berhubung saya juga sedang mengerjakan  proyek, maka karyawan kami yang nganggur itu kita ajak kerja sebagai kuli bangunan," ungkapnya.

Sementara untuk sarung tenun ikat yang ia produksi ia jual dengan kisaran harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Sarung-sarung tersebut selain di jual di rumah produksi Paradila, Maduran, juga dikirim ke beberapa toko perwakilan di seluruh Indonesia. Diantaranya Jakarta, Surabaya, Kalimantan Timur, Manado dan beberapa kota lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved