Kapal Selam Nanggala Hilang
Pusing Prabowo Atasi Hilangnya KRI Nanggala, Sia-sia Upaya Libatkan Negara Luar? 'Masih Tidak Cukup'
Sampai 3 negara ikut bantu pemerintah Indonesia menemukan hilangnya KRI Nanggala 402, Menteri Pertahananan Prabowo masih merasa rumit.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Bantuan juga datang dari instansi lain seperti Polri, KNKT, dan Basarnas. TNI AL diketahui mengerahkan tiga kapal dalam pencarian itu yakni KRI Raden Eddy martadinata-313, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Diponegoro-365, KRI REM-331.
Pencarian juga dilakukan dengan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Renggat dari Satuan Ranjau.
Baca juga: Dua Bulan Menikah, Suami Bidan Asal Banyuwangi Jadi Kru KRI Nanggala 402, Keluarga Simpan Keyakinan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri mengirimkan sejumlah kapalnya yang berada di NTT, Bali, dan Jawa Timur untuk membantu TNI AL melakukan pencarian.
Berdasarkan keterangan Sigit, Polri juga mengirimkan sejumlah alat robotik yang dapat digunakan untuk melakukan pencarian hingga kedalaman 300 meter dibawah permukaan laut.
Bantuan juga datang dari negara tetangga yakni Australia, Singapura, dan Malaysia.
Terkait bantuan yang dihadirkan, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan, Angkatan Laut Singapura (RSN) telah mengirimkan satu buah kapal penyelamat bernama MV Swift Rescue sejak rabu.
Sementara itu, Malaysia membantu upaya pencarian dengan mengirimkan kapal Rescue Mega Bakti yang dijadwalkan akan tiba pada Senin (26/4/2021).
Baca juga: Balasan Ayu Ting Ting Disindir Luna Maya ‘Tua’, Imbas Si Biduan Nyenggol Duluan, Sampai Pada Terdiam
Belakangan ahli mengungkap bahwa Laut Bali memiliki karakteristik sedikit berbeda dari Laut Jawa.
Hal itu menjadikan kemungkinan adanya perbedaan kondisi saat melaut di Laut Jawa maupun Laut Bali.
Baca juga: Putri Delina Nangis Curhat Pilu ke Mbak You, Anak Sule Merasa Takut Disinggung Keluarga: Jadi Jauh
Bicara soal Laut Bali ahli mengungkap bahwa sebenarnya memang tak bisa dianggap biasa kekuatan Laut Bali jika dibandingkan Laut Jawa.
Kapal selam diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.
Kapal selam ini dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 03.00 Wita.
Para ahli menyatakan jika Laut Bali lebih dahsyat jika dibandingkan dengan laut Jawa.
Baca juga: Detik-detik Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402, Kronologi Dikuak Dispen AL, 2 Negara Bantu Cari
Banyak faktor yang menyebabkan laut Bali menjadi 'angker'.
Kelompok Ahli Kelautan dan Perikanan Gubernur Bali, I Ketut Sudiarta mengungkapkan, bahwa perairan utara Bali memiliki kondisi laut yang dalam dan arus relatif kuat dan memang sudah ditetapkan menjadi tempat latihan perang khususnya kapal selam.