Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kapal Selam Nanggala Hilang

Pusing Prabowo Atasi Hilangnya KRI Nanggala, Sia-sia Upaya Libatkan Negara Luar? 'Masih Tidak Cukup'

Sampai 3 negara ikut bantu pemerintah Indonesia menemukan hilangnya KRI Nanggala 402, Menteri Pertahananan Prabowo masih merasa rumit.

Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Kompas.com
Kapal Selam Nanggala 402 yang hilang kontak dan kini belum ditemukan 

Penulis: Ignatia Andra Xaverya | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNJATIM.COM - Terekam Menteri Pertahanan Indonesia (Menhan) Prabowo Subianto merasakan kesulitan di balik menemukan kapal selam KRI Nanggala 402 hilang.

Pemerintah sendiri sudah melakukan segala upaya, termasuk soal melibatkan negara luar.

Sikap pusing Prabowo itu ditunjukkan dari pernyataannya yang menganggap pengelolaan soal kapal TNI AL masih sangat jauh dari baik.

Menurut Menhan Prabowo pekerjaan mengelola pertahanan negara adalah hal yang sangat rumit.

"Jadi memang kejadian ini juga menggarisbawahi bahwa memang pertahanan negara adalah suatu pekerjaan yang sangat rumit, memerlukan suatu teknologi yang sangat tinggi dan mengandung unsur bahaya," ujar Prabowo dalam konferensi pers di Bali, dikutip dari Kompas TV, Rabu (22/4/2021).

Baca juga: Batas Waktu Penumpang KRI Nanggala Bisa Selamat, Sebelum Oksigen Habis, Komunikasi Terakhir Dikuak

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ANDREAS LUKAS ALTOBELI via Kompas.com)

Prabowo menilai, ketiga unsur dalam pengelolaan pertahanan negara tersebut berlaku di tiga aspek sekaligus, yakni darat, udara, dan laut.

Dalam mematangkan pengelolaan pertahanan negara tersebut, kata Prabowo, TNI harus selalu dalam kondisi siap tempur.

Kondisi ini pun mengharuskan TNI aktif menggelar latihan sekalipun sangat berbahaya. 

Di samping itu, faktor lain yang menjadi tantangan dalam pertahanan negara yakni betapa mahalnya harga alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Baca juga: Terjawab Kemana Kapal KRI Nanggala? Ahli Bongkar Keangkeran Laut Bali, Laut Jawa Tak Ada Apa Apanya

Akibatnya, menurut Prabowo, pimpinan negara selalu dihadapkan dengan dilema antara mengutamakan pembangunan kesejahteraan masyarakat atau pembangunan pertahanan negara.

"Karena itu Presiden telah memerintahkan saya satu tahun yang lalu untuk bersama-sama pimpinan TNI menyusun suatu masterplan, rencana induk, 25 tahun yang memberi kepada kita suatu totalitas kemampuan pertahanan. Ini sedang kita rampungkan," ucap Prabowo.

"Kita sedang menyusun, sedang memperbaiki. Insyaallah dalam 2-3 minggu ini kita akan bersama dengan Panglima TNI dan kepala staf kita rampungkan dan akan kita sampaikan kepada bapak Presiden," kata dia.

Baca juga: Istri Awak KRI Nanggala 402 Sedang Hamil Anak Kedua, Keluarga Terus Ikuti Kabar Pencarian: Mohon Doa

Terbaru, memang sejumlah upaya benar-benar dilakukan oleh pemerintah agar KRI Nanggala terutama para awak cepat ditemukan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, saat ini seluruh personel TNI Angkatan Laut (AL) dilibatkan dalam proses pencarian KRI Nanggala.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved