Kapal Selam KRI Nanggala 402 Tenggelam
Gagal Sudah Rencana Awak KRI Nanggala Kls Isy Raditaka, Orang Tua Pilu: Setelah Lebaran Mau Lamaran
Pilu cerita gagal sudah rencana awak KRI Nanggala Kls Isy Raditaka yang ternyata berencana lamaran selepas lebaran dengan kekasih hatinya.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Hadi menyebut sejumlah bukti itu adalah kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan kapal, kemudi selam pinggul dan bagian kapal lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK11.
"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI mandala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," jelas Hadi.
Bodi kapal selam, KRI Nanggala-402 akhirnya bisa ditemukan.
Dalam hal ini, KRI Rigel dan ROV kapal MV Swift Rescue milik Singapura berhasil menemukan bukti otentik.
Beberapa bodi kapal yang terekam yakni kemudi vertikal belakang, bagian luar badan, kemudi selam timbul, dan beberapa barang lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK 11.
Baca juga: FOTO KRI Nanggala 402 Terbelah Tiga, 2 Teknik Evakuasi Kuak Kepastian Nasib Kru, Tak Bisa Menduga
Mengacu pada penemuan-penemuan tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa seluruh awak kapal yang berjumlah 53 orang telah gugur.
Yudo juga memaparkan bahwa KRI Nanggala-402 tidak mengalami blackout atau mati listrik saat menyelam.
“Saat menyelam juga diketahui lampu menyala semua, artinya tidak blackout,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (26/4/2021).
Nantinya, TNI dan pihak-pihak terkait akan berfokus pada penyelidikan hilangnya sinyal tak lama setelah kapal meminta izin untuk menyelam.

“Saat menyelam langsung hilang, ini yang akan diinvestigasi, setelah badan kapal bisa kita angkat,” lanjutnya.
Semenjak berita hilangnya Nanggala-402 hingga berita penemuannya, banyak netizen yang berspekulasi terkait penyebab dari tenggelamnya Monster laut itu.
Mulai dari kesalahan manusia, hingga ketidaklayakan kapal karena usianya yang sudah tua.
Kendati demikian, Yudo mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi lantaran faktor alam.
"Sebenarnya sudah kita evaluasi dari awal tentang kejadian ini, saya berkeyakinan ini bukan human error, tapi lebih pada faktor alam,” ujar Yudo.
Baca juga: Putri Delina Dituding Munafik ke Nathalie Holscher, Bermuka Dua Manfaatkan Ibunya, Anak Sule: Diam
Pihaknya juga mengatakan bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam karena adanya keretakan pada badan kapal, bukan karena ledakan atau semacamnya.