Berita Lamongan
Sonar Deteksi Adanya Benda Besar, BPCB Jatim Duga Posisi Bangkai Kapal Van der Wijck di Lamongan
Upaya pencarian Kapal Van der Wijck di perairan laut Lamongan Jawa Timur pada hari kedua, Jumat (30/4/2021) kemarin masih menemui kendala.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
Reporter: Hanif Manshuri I Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Upaya pencarian Kapal Van der Wijck di perairan laut Lamongan Jawa Timur pada hari kedua, Jumat (30/4/2021) kemarin masih menemui kendala.
Tim arkeolog dari BPCB Jatim saat eksplorasi menemui hambatan derasnya arus di bawah laut, tepat sasaran kapal yang menginspirasi Buya Hamka untuk membukukannya.
"Arus bawah laut cukup kencang dan agak membahayakan untuk kegiatan penyelaman. Dan Sabtu (1/5/2021) hari ini yakni hari ketiga penyelaman dilanjutkan untuk proses pengambilan foto maupun video," kata Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (1/5/2021).
Kendala yang dihadapi tim, kata Wicaksono, menyebabkan tim eksplorasi pada Jumat kemarin tidak bisa melakukan penyelaman untuk mengambil foto maupun video jasad kapal.
Dasar perairan laut Lamongan waktu itu arusnya cukup kencang dan membahayakan untuk kegiatan penyelaman.
Namun untungnya pada hari pertama pada Kamis (29/4/2021) tim sudah berhasil menemukan titik bangkai kapal yang tenggelam tersebut.
Baca juga: Titik Bangkai Kapal Van Der Wijch Ditemukan, Bupati Lamongan Akan Wujudkan Wisata Bawah Laut
Saat itu, yang dihadapi hanya kendala pemakaian sonar yang radius pencariannya sekitar 500 m x 500 m sehingga membutuhkan waktu.
Saat berhasil menemukan titik yang diduga kapal van der Wijck, arus laut sedang tidak bersahabat.
"Tapi hari kedua kemarin kendala alam yakni arusnya bawah cukup kencang sehingga membahayakan kegiatan penyelaman," ungkapnya.
Untuk hari ini, Tim eksplorasi berangkat lebih pagi agar cuaca lebih bersahabat.
Wicaksono memastikan dari hasil Sonar Tim BPCB sudah berhasil menemukan setelah berjam-jam tim arkeolog BPCB Jatim melakukan pencarian.
Menurut Wicaksono, dari sonar di radius sekitar 500 meter x 500 meter diketahui kalau ada sesuatu yang besar berada di dasar lautan.
"Hasil sonar setelah melakukan proses pencarian selama 4 jam menunjukkan anomali seperti citra ada sesuatu yang besar di dasar lautan," ungkapnya.
Titik yang diduga adalah Kapal Van Der Wijck itu, menurut Wicaksono, berada di kedalaman 24-38 meter di bawah laut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tim-saat-memulai-pencarian-kapal-van-der-wijch.jpg)