Berita Tuban
Travel Gelap Terjaring Penyekatan di Perbatasan Jatim-Jateng di Tuban, Begini Nasib Para Penumpang
Travel gelap terjaring penyekatan di perbatasan Jatim-Jateng di Tuban, begini nasib sopir dan para penumpang. Beda-beda!
Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Mochamad Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Petugas gabungan yang melaksanakan penyekatan di pos perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Tuban, mengamankan satu unit mobil travel pada hari pertama pelarangan mudik, Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.
Travel gelap berpenumpang empat orang tersebut menurunkan dua penumpang di wilayah Tuban, satu di Kabupaten Tulungagung, dan satu di Malang.
Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Argo Budi Sarwono mengatakan, pengemudi travel, Iqbal Fladirico (23) mengaku sudah mengetahui terkait larangan mudik Lebaran 2021, namun ia tetap nekat masuk wilayah Tuban dari arah Rembang, Jawa Tengah.
Selanjutnya sopir menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.
Dia dibawa menuju Stadion Bumi Wali untuk dilakukan tes swab, jika hasilnya positif maka akan dikarantina.
"Kalau hasil swab positif akan kita karantina, sopir sudah tahu kalau ada pelarangan mudik," ujar AKP Argo Budi Sarwono kepada wartawan.
Ia menjelaskan, untuk dua penumpang asal Kecamatan Tambakboyo, Tuban, telah dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 kecamatan setempat untuk melakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan.
Baca juga: Ratusan Calon Pengantin di Tuban Siap Menikah pada Malam Songo, Dipercaya Penuh Berkah
Sementara dua penumpang atas nama Thuris (24) dengan tujuan Tulungagung serta Septia Galih (23) tujuan Malang dikembalikan ke Rembang tempat awal mereka berangkat.
Sedangkan untuk armada travel yang jelas melanggar ini akan dilakukan penilangan, lalu diamankan dan disidangkan setelah Lebaran.
"Untuk yang dari Tambakboyo akan dikarantina, sedangkan dua penumpang tujuan Tulungagung dan Malang kita kembalikan ke Rembang," pungkasnya.
Sementara itu, sopir travel Iqbal Fladirico (23) menyatakan, sudah mengetahui telah berlaku pelarangan mudik oleh pemerintah mulai 6-17 Mei 2021.
Ia tidak bisa berkata banyak dan hanya menyesali langkahnya yang sudah nekat melawan aturan pelarangan mudik, dengan menerobos masuk Tuban.
"Saya mohon maaf sudah masuk Tuban saat pelarangan mudik berlangsung, saya mengaku salah," sesalnya.