Idul Fitri 1442 H

Idul Fitri 1442 H Muhammadiyah dan NU Kemungkinan Jatuh di Hari yang Sama, Ini Penjelasan PWNU Jatim

Idul Fitri 1442 H warga NU kemungkinan besar akan berbarengan dengan warga Muhammadiyah. Begini penjelasan Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jatim.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
ILUSTRASI - Rukyatul hilal menentukan 1 Syawal 1442 H. 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga Falakiyah PWNU Jatim berencana melaksanakan rukyatul hilal dalam menentukan 1 Syawal 1442 H pada esok Selasa, (11/5/2021) sore hari. 

"Rukyatul hilal kita laksanakan besok tanggal 29 Ramadan. Karena memang rukyat itu tanggal 29. Kita melaksanakan di 27 titik di Jawa Timur," kata Ketua PW Lembaga Falakiyah NU Jatim Shofiyullah alias Gus Shofi, Senin, (10/5/2021). 

Ia menjelaskan, dari sudut pandang Ilmu Falak, anak bulan atau hilal sangat mungkin tidak bisa dilihat saat dipantau Selasa besok. 

Alasannya, ijtimak terjadi pada Rabu (12/5/2021) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. 

"Sementara syarat lahirnya hilal kalau sudah terjadi ijtimak. Jadi, kalau ijtimaknya belum terjadi enggak mungkin lahir hilal," ujarnya. 

Baca juga: Idul Fitri 1442 H Jatuh Pada Tanggal Berapa? Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Kamis 13 Mei, Kemenag?

Di sisi lain, lanjut Gus Shofi, saat pemantauan hilal dilakukan, posisi hilal ialah minus empat derajat di bawah ufuk. 

Sementara syarat terlihatnya hilal di Indonesia minimal dua derajat diatas ufuk. 

Kalau minus itu menunjukkan bahwa hilal sudah terbenam lebih dulu sebelum waktu paling bagus pemantauan dilakukan, yakni saat terbenamnya Matahari.

"Minus itu maksudnya berarti menunjukkan bulan itu saat Maghrib, yang itu saat yang paling bagus untuk melihat hilal, hilal itu sudah terbenam lebih dulu. Jadi kalau sudah terbenam, kita mau melihat apa. Kan, tidak mungkin," tandasnya. 

Kendati demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan karena tidak terlihatnya hilal menjadi dasar untuk menentukan Ramadan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. 

Artinya, Ramadan tahun ini dilaksanakan 30 hari, yaitu berakhir pada Rabu, (12/5/2021). 

"Karena kalender Hijriah itu maksimal 30 hari. Nabi sudah memberikan pedoman bahwa kalender Hijriah itu kalau enggak 29, ya, 30," papar Gus Shofi. 

Baca juga: Tempat Wisata di Surabaya Buka Saat Idul Fitri 1442 H, Wawali Cak Ji Minta Penguatan Prokes

Karena 30 hari, maka secara otomatis keesokan harinya adalah tanggal 1 Syawal 1442 Hijriah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved