Breaking News:

Berita Surabaya

Dilarang Gelar Takbir Keliling, Warga Surabaya Diimbau Takbiran di Masjid dan Musala

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, warga Surabaya diimbau takbiran di masjid dan musala, dilarang gelar takbir keliling.

TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Ilustrasi takbir keliling - Parade takbir keliling Forsikom Surabaya, Sabtu (24/6/2017). 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Merujuk pada Surat Edaran (SE) Wali Kota dan Gubernur perihal takbiran, warga Surabaya diharapkan untuk tidak melakukannya dengan berkerumun. 

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir mengatakan, takbir Hari Raya Idul Fitri boleh dilakukan, asal tidak berkerumun dan tidak dilakukan secara berkeliling. 

"Karena, umat Muslim kan, merayakan hari kemenangan, Artinya, tidak ada larangan, takbir boleh dilakukan, tetapi di masjid atau musala," kata Isir, Rabu (12/5/2021). 

Apabila pihaknya menemukan ada masyarakat yang menggelar takbir keliling, maka akan ditindak.

Namun, penindakan akan dilakukan dengan cara humanis. 

"Kami lakukan penindakan, upaya-upaya yang sifatnya mulai dari persuasif. Jadi, tetap kami arahkan ke masjid," ujar dia. 

Baca juga: Ikut Pantau Hilal di Surabaya, Cak Eri Cahyadi: Puasa Kita Istikmal Menjadi 30 Hari

Pun, jika ditemukan takbir keliling menggunakan iring-iringan kendaraan di jalan, polisi akan membawa mereka dan mengimbau untuk melaksanakan di masjid setempat. 

"Nanti kami tanya dan imbau, warga ini dari mana, nanti diarahkan ke masjid atau musala di sekitar lokasinya, tidak usah keliling, alat-alatnya diturunin," bebernya. 

Isir mewanti-wanti personelnya untuk mengedepankan penindakan secara humanis dan persuasif. 

Berita tentang Jawa Timur

Info larangan mudik

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved