Berita Jatim

HOAKS Kasus Covid-19 Jawa Timur Meledak, Gubernur Khofifah Beber Data: Tidak Ada yang Zona Merah

Beredar pesan berantai virus Corona Jawa Timur meledak. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pastikan: itu semua hoaks.

Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui seusai salat Idul Fitri 1442 H di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM -  Ramai beredar pesan berantai lewat salah satu aplikasi media sosial terkait meningkatnya jumlah pasien terpapar virus Corona ( Covid-19 ) di Kabupaten/Kota diseluruh Jawa Timur.

Menyikapi hal tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa berita yang beredar tersebut adalah hoaks.

"Berita yang ramai beredar di aplikasi WA terkait meningkatnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Jawa Timur saya pastikan itu semua adalah tidak benar atau hoaks," Kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (14/5/2021).

Mengutip siaran pers yang diterima TribunJatim.com, data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim) menunjukkan sejak tanggal 8 Mei sampai 14 Mei 2021 penambahan kasus Covid-19 baru total sebanyak 1.455.

Dengan rincian berturut-turut adalah 225, 230, 206, 257, 248, 148, 141. Untuk yang terkonfirmasi sembuh mulai tanggal 8 Mei sampai 14 Mei 2021 berturut-turut 207, 196,213,193,224,151,179.  Sedangkan yang dinyatakan meninggal dunia  secara berturut-turut sejak 8 Mei sampai 14 Mei 2021 adalah 19,17,21,31,22,11,15.

Gubernur Khofifah ini menjelaskan, sampai hari ini perkembangan Covid-19 di Jawa Timur masih terkendali.

Baca juga: Forkopimda Tinjau Titik Penyekatan, Masyarakat Jawa Timur Patuh Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021

Pasalnya berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim per 14 Mei 2021 menunjukkan Kasus kumulatif terkonfirmasi Covid-19 150.901 dengan penambahan kasus aktif baru 141 kasus.

Sedangkan yang  dinyatakan sembuh bertambah 173 dan meninggal dunia bertambah 15 orang.

Situasi Covid-19 di Jawa Timur saat ini 1.614 orang dalam perawatan atau 1,07% sementara sebanyak  138.310 terkonfirmasi sembuh atau 91,66%, dan

DATA - Hoaks kasus Covid-19 Jatim meledak.
DATA - Hoaks kasus Covid-19 Jatim meledak. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

10.977 terkonfirmasi meninggal dunia atau 7,27%.

Orang nomor satu di Jatim ini mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 aktif di Jatim merupakan yang terendah dari 3 provinsi besar di Pulau Jawa. Jawa Tengah 7.277 kasus, DKI Jakarta 7.792 kasus, dan Jawa Barat dengan 29.104 kasus aktif.

"Kita termasuk kasus Covid-19 aktif terendah dari Provinsi besar lainnya di Pulau Jawa," ungkapnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, posisi zonasi kabupaten kota di seluruh Jawa Timur sampai hari ini pun tidak ada yang berada di zona merah.

Baca juga: Lebaran di Masa Pandemi Covid-19, Khofifah Imbau Warga Pilih Silaturahmi Lewat Virtual

Untuk zona kuning ada 12 Kabupaten Kota diantaranya Pamekasan, Probolinggo, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Lumajang, Bangkalan, Lamongan, Pasuruan, Situbondo, Tuban, Jember.

Sedangkan sisanya sebanyak 26 Kabupaten Kota berada di zona oranye.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved