Berita Surabaya

Merana Porter Stasiun Gubeng Hadapi Larangan Mudik Lebaran 2021, 'Bisa Tidak Dapat Uang Sama Sekali'

Merana porter di Stasiun Gubeng hadapi adanya larangan mudik Lebaran 2021 gegara virus Corona. Bisa tidak dapat uang sama sekali.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Para Porter di Stasiun Gubeng sedang menunggu calon penumpang KA yang ingin dibantu dibawakan barang bawaannya, Senin (17/5/2021) di Stasiun Gubeng Surabaya. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sudah jatuh tertimpa tangga tampaknya peribahasa yang dapat menggambarkan kondisi para porter Stasiun Gubeng di tengah adanya larangan mudik Lebaran 2021 gegara virus Corona (Covid-19).

Ya, para jasa angkut barang bawaan milik para penumpang KA di Stasiun Gubeng kini tengah merana, sebab pendapatan mereka menurun drastis.

Adanya larangan mudik Lebaran 2021 membuat mereka harus bekerja dengan penuh kesabaran ekstra.

Salah seorang porter di Stasiun Gubeng, Bang Jeh mengatakan bahwa saat bekerja ditengah kondisi sekarang ini yang terpenting kuncinya adalah sabar dan bersyukur.

Pria yang punya nama asli Mustain itu adalah Ketua Perkumpulan Porter di Stasiun Gubeng.

Baca juga: Selama Larangan Mudik 2021, Ditemukan 38 Orang Positif Covid-19 di Titik Penyekatan Jawa Timur

Ia telah berprofesi sebagi porter sejak 2011.

Selama 10 tahun bekerja sebagai porter ia mengakui memang tahun 2020 dan tahun 2021 ini adalah tahun terberatnya.

"Kehadiran pandemi membuat pendapatan kami (para porter) disini (Stasiun Gubeng) menurun drastis, bahkan saat ada larangan mudik seperti ini, teman-teman bisa tidak dapat uang sama sekali," katanya kepada TribunJatim.com, Senin (17/5/21) di Stasiun Gubeng.

Ia menjelaskan, sebelum pandemi, ia dan kawan-kawannya bisa mendulang Rp 150 ribu perharinya.

Namun saat ada pandemi hanya bisa sekitar 30 ribu ribu saja.

Bahkan, kondisi itu juga diperparah saat ada larangan mudik.

"Saat kondisi larangan mudik seperti ini, saya hanya mampu mendapatkan 15 ribu saja perharinya, bahkan, teman-teman malah tidak ada yang dapat sama sekali," ujar Bang Jeh sembari menyeruput kopi.

Baca juga: Penyekatan di Jatim Berakhir 24 Mei, Sudah Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi Ketupat Semeru 2021

Hal serupa juga dikatakan porter lainnya yakni Dedi.

Kala ditemui TribunJatim.com, Dedi nampak bersandar di beton dinding depan area tempat turun penumpang kendaraan mobil.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved