Breaking News:

Berita Magetan

Kasus Hukum HOAKS Pengumunan Sarangan Tutup, 4 Warga Dimintai Keterangan Satreskrim Polres Magetan

Lanjutan kasus hoaks "Sarangan Tutup" di media sosial. Empat orang warga Sarangan dimintai keterangan di Satreskrim Polres Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Telaga Pasir, di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berkontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Magetan.Tahun 2021 ini target PAD sebesar Rp 18 miliar, danakhir Mei ini, sudah mengantongi Rp 13,9 miliar. 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Empat orang warga Sarangan dimintai keterangan di Satreskrim Polres Magetan, terkait kasus pengumuman hoaks "Sarangan Tutup" di media sosial (medsos) Instagram (IG) dan Facebook (FB), saat menjelang hari Raya Idul Fitri 1442 H, lalu.

"Sudah empat orang dimintai keterangan di Polisi. Mereka pelapor penulis pengumuman hoaks itu. Keempatnya pelaku wisata hotel dan perahu, terdampak pengumuman hoaks yg ditulis pengelola Mojosemi Forest Park itu," kata Kobianto, pemuka masyarakat Sarangan dan mantan anggota DPRD Kabupaten Magetan kepada TribunJatim.com, Sabtu (22/5/2021)

Menurut Kobianto, warga Sarangan melaporkan pembuat pengumuman hoaks itu ke Polisi Resor Magetan.

Karena tulisan di medsos itu ribuan warga Sarangan dan sekitar yang menggantungkan hidup dari obyek wisata itu menanggung akibat tidak bisa panen pengunjung di hari Raya Idul Fitri lalu.

"Sebelum kita laporan, ada suara suara yang menakut nakuti, ada orang kuat dibelakang pengelola Mojosemi Forest Park, itu milik pengusaha Jakarta, hanya untuk keuntungan perorangan," kata Kobianto yang terlihat pantang mundur ini.

Baca juga: Wisata Kapal Jodoh Pamekasan Ramai Didatangi Wisatawan, Kapolsek Tamberu Sidak Prokes

Diungkapkan Kobianto, persoalan Obyek wisata Sarangan itu menyangkut hajat hidup ribuan warga di Sarangan dan sekitar.

Bahkan, obyek wisata Sarangan ini penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Kabupaten Magetan.

"Kalau sampai ini tidak dipolisikan, dikuatirkan akan keterusan, diulang ulang. Mereka hanya mikir untung sendiri, kalau kita warga Sarangan, untuk ribuan warga di Sarangan dan sekitar yang keuntungannya juga dinikmati warga Magetan semua lewat PAD Kabupaten Magetan,"ungkap Kobianto.

Kepala Satreskrim Polres Magetan AKP Rudi KA, membenarkan laporan pengumuman hoaks yang dilakukan warga Sarangan,  seluruhnya ditengarai sebagai pelaku wisata Sarangan.

Baca juga: Pasca Larangan Mudik, Wisata Makam Bung Karno Kota Blitar Mulai Ramai Pengunjung

"Kasus hukum lanjut, kita masih minta keterangan saksi pelapor. Setelah itu baru kita periksa terlapor,"kata AKP Rudi KA.

Namun, Kasat Reskrim Rudi KA menolak menyebut identitas pelapor secara spesifik. Karena, pelapor dijamin perlindungan oleh undang undang.

"Kami tidak bisa menyebut identitas pelapor, karena saksi pelapor dilindungi undang undang. Yang jelas terlapor satu orang, dan saat ini, kami masih meminta keterangan pelapor, selesai proses ini, kita baru panggil terlapor untuk dimintai, keterangan,"kata AKP Rudi, seraya menambahkan, saat ini terlapor tidak dilakukan penahanan.

Berita tentang Magetan

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved