Breaking News:

Tragedi Istri Bobot 102 Kg Tak Sengaja Bunuh Suami, Duduki Leher Tuntut Kata Maaf, Anak Jadi Saksi

Diketahui, istri tersebut menduduki leher suaminya, padahal bobotnya 102 kg.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
East2West dan Istockphoto/Katarzyna Bialasiewicz
Wanita berbobot 102 kg yang duduki suaiminya hingga tewas dan ilustrasi mayat. 

Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi

TRIBUNJATIM.COM - Tragedi istri tak sengaja bunuh suami menghebohkan publik.

Diketahui, istri itu duduki leher suaminya, padahal bobotnya 102 kg.

Anak mereka menjadi saksi bagaimana sang ayah tewas di tempat.

Bagaimana kronologi kejadiannya?

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribunnews.com)

Peristiwa ini terjadi di Rusia, tepatnya di Kota Novokuznetsk, di Oblast Kemero, Rusia.

Tatyana O, 45 tahun, menghadapi tuduhan pembunuhan terhadap suaminya, Aidar.

Memberikan keterangannya di kantor polisi, Tatyana mengatakan, saat kejadian dia ingin “menghibur” suaminya setelah mereka berdua minum alkohol.

Tatyana kemudian marah setelah suaminya banyak minum dan meminta Aidar untuk minta maaf, diberitakan The Sun.

Baca juga: VIRAL Pemuda Ancam Bunuh Nenek Gegara Hanya Diberi Rp 3 Ribu, Dulu Juga Pernah Ancam Bibi & Kakaknya

Ketika Aidar baru saja berbaring di tempat tidur, Tatyana duduk di atasnya dan menjepit kepala dengan kedua kaki agar si suami tidak bisa duduk.

Karena berat badannya yang 102 kg, Tatyana dengan mudah mengendalikan Aidar dan memaksanya untuk minta maaf padanya.

Namun karena merasa bangga, Aidar menolak untuk bicara.

Hingga beberapa saat kemudian, dia mulai merasa tidak tahan dan berulang kali memohon kepada istrinya.

Baca juga: Pemuda Blitar Tewas Bersimbah Darah di Dapur Rumah Temannya, Diduga Coba Bunuh Diri

Dilansir TribunJatim.com dari TribunMedan, Sabtu (22/5/2021), putri pasangan itu melihat ayahnya diduduki di tempat tidur oleh ibunya.

Gadis itu kemudian berlari ke tetangga dan meminta bantuan.

Seorang wanita yang tinggal di dekatnya memasuki rumah, tetapi dia berpikir itu hanya perselisihan keluarga yang bisa mereka selesaikan sendiri.

Tiba-tiba setelah beberapa saat, Aidar pingsan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Baca juga: Nahas Nasib Bocah SD Jadi Mayat Kering di Kasur, Dirukyah & Dibunuh Ayah-Ibu? Kerasukan Genderuwo

Melihat hal ini, Tatyana mulai panik dan mengguncang-guncang suaminya.

Ia meneriakinya agar bangun, tetapi sudah terlambat.

Tetangganya kemudian mendengar suara jeritan dan berbalik, lalu dia dengan cepat memanggil ambulans.

Ketika polisi dan paramedis tiba, mereka memastikan bahwa Aidar telah meninggal di tempat kejadian.

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat (Tribunnews.com)

Pemeriksaan media kemudian mengkonfirmasi bahwa Aidar telah meninggal dunia karena mati lemas akibat penyumbatan sistem pernapasan.

Tatyana duduk di leher Aidar, menjepit kepalanya dengan kakinya agar tidak bisa bergerak.

Hal ini menyebabkan sistem pernapasannya terhalang.

Komite Investigasi Rusia mengatakan, Tatyana adalah seorang wanita dengan berat lebih dari 100 kg.

Tatyana kemudian didakwa dengan pembunuhan.

Baca juga: Tertangkap 2 Tersangka Pembunuhan Petani di Pulau Kangean, Polisi Sita Barang Bukti Pakaian Korban

Dalam persisangan pertama, Tatyana dinyatakan bersalah atas kelalaian hingga menyebabkan suaminya tewas.

Wanita itu menambahkan, dia tidak berniat membunuh suaminya dan juga sangat sedih atas kematian suaminya.

Tatyana dijatuhi hukuman 18 bulan kerja paksa dan denda 2.000 Euro (Rp 35 juta).

Namun baru-baru ini, Komite Investigasi Rusia mengumumkan bahwa mereka menuntut Tatyana dengan dakwaan pembunuhan hingga hukumannya dapat berubah.

Beberapa tahun lalu, seorang wanita bernama Silvia M mengaku tak sengaja membunuh suaminya yang sudah berusia 73 tahun.

Melansir dari Daily Mirror pada Jumat (7/12/2018), dalam pengakuannya, Silvia mengaku tak kuat mengikuti libido seksual suaminya yang sangat tinggi.

Karena tidak mau melayaninya, Silvia memberikan pil tidur penenang agar suaminya terlelap.

Namun sayang, bukan tertidur untuk sementara waktu tetapi suaminya malah tertidur untuk selamanya.

Baca juga: Nafsu Liar Istri Nikmati 2 Pria, Suami Dibunuh, Selingkuhan: Dia Bajak Sawah, Saya Bajak Istrinya

Setelah mengetahui ternyata suaminya meninggal, Silvia panik.

Mayat suaminya yang diidentifikasi bernama Heinz P ini akhirnya dibuang ke tong sampah.

Setelah ditinggalkan selama tiga minggu, akhirnya, kasus tersebut mulai terkuak, dan polisi menangkap Silvia dengan dugaan pembunuhan.

Kemudian ia dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun oleh pengadilan di kota Salzburg Austria atas tuduhan yang mengakibatkan kematian.

Baca juga: Akal Keji Ibu Muda Sumenep Habisi Nyawa Bocah 4 Tahun, Pelaku Sebut Korban Masih Gerak Saat Dibuang

Ia mengaku memberikan Heinz lebih dari dua, mungkin empat pil tidur triazolam pada Juni tahun lalu, tetapi tidak berniat membunuhnya.

Sedangkan Silvia, yang berasal dari Berlin, ternyata memiliki catatan kriminal yang panjang di Jerman.

Menurut surat dakwaan, ia gagal memperhitungkan kuantitas viagra dan jumlah alkohol yang dikonsumsi oleh Heinz P, yang meningkatkan efek pil tidur.

Keesokan harinya, Silvia menemukan Heinz P meninggal di tempat tidur, dikutip dari BanjarmasinPost ( grup TribunJatim.com ).

Baca juga: Skandal Istri & Sepupu, Suami Dihabisi saat Hubungan Intim, Istri ‘Otak’ Pembunuhan: Cinta Segitiga

Ketika Silvia dicari oleh polisi Jerman sehubungan dengan berbagai kasus penipuan, ia memutuskan untuk tidak memberitahu polisi karena takut ditangkap dan diekstradisi ke Jerman.

Sebaliknya, ia menyeret tubuh Heinz P. ke garasi dan menyembunyikan mayat itu di tempat sampah setelah membungkusnya dengan plastik.

Namun mayat itu ditemukan beberapa bulan setelahnya dan Silvia ditangkap karena dicurigai melakukan pembunuhan.

Baca juga: Putrinya Dihamili, Ayah Habisi Pacar Anak, Obrolan Sengit Berujung Makam, Warga Tak Ada yang Berani

Menurut seorang ahli farmakologi, jumlah tablet yang diberikan kepada pasangannya cukup untuk menjadi racun.

Namun, penyebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena ketika mayat itu ditemukan itu berada dalam 'keadaan dekomposisi'.

Selama sekitar tiga minggu selama tubuh korban dibiarkan membusuk di tempat sampah, Silvia juga kemudian menjual mobil Heinz P dan menggunakan kartu kreditnya.

Atas perbuatannya, Silvia pun menjalani persidangan.

Kumpulan berita tentang kasus pembunuhan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved