Breaking News:

DPD RI

Vaksin Covid-19 Dijual Ilegal Dokter dan ASN di Sumut, Ketua DPD RI LaNyalla: Mencederai Kemanusiaan

Dokter dan ASN di Sumatera utara jual vaksin Covid-19 ilegal. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengecam tindakan tersebut.

Editor: Hefty Suud
Tribun Medan/Muhammad Fadli Taradifa
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak pimpin pengungkapan kasus penjualan vaksin Covid-19 oleh oknum dokter dan ASN Dinkes Sumut, Jumat (21/5/2021). 

TRIBUNJATIM.COM - Terjadi kasus jual beli vaksin virus Corona ( Covid-19 ) secara ilegal, dilakukan 2 dokter dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Utara (Sumut).

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengecam tindakan tersebut. Menurutnya perbuatan jual vaksin Covid-19 ilegal tak bisa dibenarkan.

Senator asal Jawa Timur itu menyesalkan tindakan oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi di saat pandemi Covid-19.

"Perbuatan dokter dan ASN di Sumatera Utara yang menjual vaksin Covid-19 secara ilegal, sangat mencederai rasa kemanusiaan. Apalagi dilakukan di saat kita melawan wabah agar bisa segera keluar dari pandemi," kata LaNyalla melalui keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Baca juga: PPKM Mikro di Ponorogo Diperpanjang, Polisi Setel Kencang Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Para pelaku diketahui memanfaatkan jatah vaksin untuk tenaga Lapas dan warga binaan untuk dijual ke pihak lain.

Pelaksanaan vaksinasi ilegal dengan nilai suap sebesar Rp 238,7 juta itu, telah melanggar program vaksinasi pemerintah.

"Tindakan ini merusak alur pemberian vaksin. Dan vaksin yang dijual Rp 250 ribu per dosisnya tersebut telah diberikan kepada 1.085 orang secara ilegal," ujarnya.

Yang membuat LaNyalla tambah geram, tindakan ini dilakukan oleh oknum-oknum yang bekerja secara stabil ekonominya dan dibantu seorang perantara.

"Dokter kan penghasilan cukup, ASN juga bukan salah satu profesi yang tidak terlalu terdampak pandemi secara ekonomi. Tapi saya betul-betul menyayangkan apa yang dilakukan pelaku karena mereka masih mencoba mencari keuntungan di saat pelaku UKM, orang-orang yang bekerja di sektor usaha, hiburan, dan lainnya mencoba bertahan hidup di tengah pandemi," kata LaNyalla.

Untuk itu, mantan Ketum PSSI ini meminta agar polisi mengungkap tuntas kasus yang telah menjadi perhatian publik itu.

Baca juga: Dijemput Bupati Banyuwangi Ipuk untuk Vaksinasi Covid-19, Nenek Misnah Grogi Sampai Lupa Bawa KTP

"Polisi bekerja sama dengan Satgas Covid-19 daerah harus ketat melakukan pengawasan. Karena dikhawatirkan dugaan korupsi ini terjadi di daerah lain. Kita harus sama-sama memastikan program vaksinasi berjalan dengan lancar," ucapnya.

Kepada masyarakat, LaNyalla meminta agar bersabar menunggu pemberian vaksin. Dia mengingatkan pemerintah telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh rakyat.

"Bahkan Presiden Joko Widodo terus berupaya mengamankan stok vaksin. Tapi karena jumlah warga negara kita kan banyak, jadi memang memerlukan waktu. Tapi percayalah, semua pasti akan mendapatkan jatah vaksin sesuai dengan waktunya. Pemerintah sudah memperhitungkan sebaik mungkin," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kecam Penjualan Vaksin Covid-19 Ilegal di Sumut, Ketua DPD: Mencederai Rasa Kemanusiaan

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved