Berita Sidoarjo
Ada Sertifikat Ganda di Lahan Frontage Road Sidoarjo, Butuh Waktu Penyelesaian
Persoalan dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road Sidoarjo seperti tak ada habisnya.
Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : M Taufik | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Persoalan dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road Sidoarjo seperti tak ada habisnya.
Bertahun-tahun proyek pembangunan jalan sepanjang 9,2 kilometer dari Waru sampai Buduran itu tak kunjung tuntas karena alasan pembebasan lahan.
Yang terbaru, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan bahwa ada beberapa sertifikat ganda di sebagian lahan yang hendak dibebasakan.
“Ada beberapa persoalan yang perlu kita selesaikan dalam pembebasan lahan. Termasuk adanya sertifikat ganda. Warga punya sertifikat dan PT KAI juga punya,” kata Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor.
Persoalan ini, menurutnya, perlu waktu untuk menyelesaikan. Selain proses hukum, juga ada proses lain yang harus dijalankann agar tanah bisa segera dibebaskan.
“Kami berusaha menyelesaikan secepatnya, tapi persoalan-persoalan itu kan butuh waktu,” ujar Muhdlor kepada TribunJatim.com.
Masalah lain dalam pembebasan lahan untuk frontage road adalah keberadaan fasum. Seperti lahan yang selama ini dipakai untuk makam, untuk masjid, dan sebagainya.
Proses pembebasannya juga disebut tidak mudah. Karena beberapa persoalan itu harus melibatkan instansi lain, termasuk BPN, Pengadilan, KAI, dan sebagainya.
Baca juga: Frontage Road Waru-Aloha Ditarget Tuntas 2021, Ada 3 Hal Utama dalam Penyelesaian Program
Kendati demikian, sebelum proses dilakukan dengan skema konsinyasi lewat pengadilan, Gus Muhdlor berharap persoalan-persoalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Baru jika ganjalan-ganjalan itu tidak bisa diselesaikan secara kekeluarkan, akan diserahkan ke pengadilan. Melalui konsinyasi.
Frontage Road menjadi salah satu janji utama Gus Muhdlor - Subandi sejak mencalonkan diri menjadi bupati dan wakil bupati.
Sehingga, proyek pembangunan jalan yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan tak kunjung tuntas itu, menjadi PR utama yang harus diselesaikan.
Pembangunan jalan ini juga menjadi hal yang diidam-idamkan masyarakat Sidoarjo. Utamanya untuk mengurai kemacetan di sepanjang jalan Waru sampai Buduran, yang hampir setiap hari terjadi.
Mulai dari pertigaan Stasiun Waru, titik terakhir frontage road Surabaya yang selalu macet karena belum tersambung dengan frontage road Sidoarjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/frontage-road-sidoarjo-yang-sudah-dibangun-sebagian-besar-masih-terkendala-pembebasan-lahan.jpg)