Berita Jember
Tuntaskan Persoalan Klasik Petani Padi, Bupati Jember Bentuk Tim Khusus Urusi Gabah dan Beras
Bupati Jember membentuk tim khusus yang mengurusi soal gabah dan beras, agar persoalan klasik petani padi bisa tuntas.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
"Jember ini surplus beras, dan untuk menjaga kestabilan harga, pentingnya dibangun kerja sama antardaerah, supaya beras Jember bisa diserap oleh daerah yang minus beras," ujar Hestu.
Jika surplus tersebut tidak menumpuk, maka harga tetap terjaga stabil. Hestu menambahkan, pihaknya siap menjadi 'brand ambassador' beras Jember untuk kalangan BI se-Indonesia.
Bahkan BI Bali sudah menyuarakan untuk mengajak kerja sama antarpemerintah daerah untuk pembelian beras Jember.
Sementara itu, berdasarkan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pemkab Jember, Kabupaten Jember memiliki surplus beras sebesar 239.340 ton beras di tahun 2020. Produksi beras tahun 2020 mencapai 492.489 ton.
Sedangkan produksi padi sebesar 853.225 ton gabah kering giling (GKG).
Sementara di tahun 2021 hingga April 2021, beras sudah mengalami surplus sebesar 138.089 ton. Produksi beras dari Januari hingga April mencapai 217.869 ton. Produksi padi sebesar 377.453 ton GKG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-ketersediaan-beras-dan-stabilisasi-harga-gabah-di-kabupaten-jember.jpg)