Breaking News:

Berita Jatim

Vaksinasi Covid-19 yang Digelar Dinkes Jatim Bawa Optimisme Tinggi Lansia untuk Beraktivitas

Vaksinasi Covid-19 yang digelar Dinkes Jatim bawa optimisme tinggi para lansia untuk beraktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19 merebak.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
1000 warga lansia asal Sidoarjo dari sejumlah kecamatan mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Dinkes Jatim di MPM Learning Center Sedati, Sabtu (5/6/2021). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) di MPM Learning Center Sedati Sidoarjo meningkatkan kepercayaan diri para warga lansia, khususnya lansia asal Sidoarjo.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 khusus lansia ini antusias diikuti warga.

Ada sebanyak 1000 warga lansia yang ikut serta dalam vaksinasi di MPM Learning Center ini.

Warga lansia asal Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Wahyudi mengatakan, kini ia merasa lega setelah divaksin.

"Ya puji syukur akhirnya saya sudah selesai divaksin dan rasanya lega aja. Apalagi, sebelumnya saya selalu gagal ikutan vaksinasi," ungkap Wahyudi kepada TribunJatim.com seusai mengikuti pelaksanaan vaksinasi yang diinisiasi oleh Dinkes Jatim, Sabtu (5/6/2021).

Pria berusia 64 tahun itu mengungkapkan, setelah menerima vaksin ini, ia tetap tidak akan terlena, utamanya dalam hal menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Tentu, meski sudah selesai divaksin ini, saya tetap akan selalu rajin menerapkan prokes, terlebih vaksin yang saya terima ini baru yang dosis pertama," kata Wahyudi.

Kendati demikian, penerimaan dosis pertama vaksinasi ini setidaknya diakui Wahyudi cukup membuat dirinya lebih percaya diri dan berani untuk beraktivitas seperti sediakala.

Baca juga: 1000 Lansia Asal Sidoarjo Sukses Divaksin, Kadinkes Jatim: Jangan Terlena, Nomer 1 Tetap 5M!

Sama dengan Wahyudi, hal senada juga dikatakan Sutini, warga lansia asal Kecamatan Waru Sidoarjo.

Sutini mengungkapkan, sebelum diaksin, dirinya enggan untuk menemui cucunya lantaran masih berusia balita.

Namun setelah divaksin, ia mengatakan ada rasa optimistis terkait kekebalan tubuhnya yang menjadi lebih baik dibanding sebelum menerima vaksin.

"Tentu setelah divaksin ini, meski sakit karena disuntik tapi saya senang, karena saya sekarang merasa tubuh saya lebih kuat aja. Selain itu, setelah ini saya juga lebih percaya diri untuk jenguk cucu saya yang masih balita. Karena sebelumnya kalau belum divaksin saya takut nemuin cucu saya," jelas wanita berusia 61 tahun itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved