Berita Surabaya

Heart Made Wadahi Emosi dan Impian Teman-teman di Pondok Hayat Surabaya Lewat Seni

Heart Made mewadahi emosi dan impian teman-teman di Pondok Hayat Surabaya lewat karya seni. Karya-karya mereka juga dipamerkan.

Tayang:
Penulis: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AKIRA TANDIKA
Dua orang mahasiswi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra Surabaya, Anastasya Olivia Santoso dan Valmay, memberi wadah bagi teman-teman di Pondok Hayat Surabaya untuk mengekspresikan emosi dan impian melaui karya seni, 2021. 

Reporter: Akira Tandika | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua orang mahasiswi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra Surabaya, Anastasya Olivia Santoso dan Valmay, memberi wadah bagi teman-teman di Pondok Hayat Surabaya untuk mengekspresikan emosi dan impian melaui karya seni.

Tergabung dalam Heart Made, baik Natasya maupun Valmay, menggelar sebuah charity exhibition untuk memamerkan karya ibu-ibu dan anak-anak yang ada di Pondok Hayat.

"Di sana, banyak ibu-ibu yang hamil di luar nikah dan anak-anak tanpa orang tua yang tidak dapat menyuarakan isi hati dan kepalanya pada masyarakat," terang Anastasya, Senin (7/6/2021).

Lewat karya tersebut, Heart Made mencoba membantu ibu-ibu dan anak-anak untuk menceritakan kembali kisah yang mereka lalui.

Bagi Anastasya, terlepas dari label yang disematkan masyarakat, mereka tetap manusia yang memiliki perasaan dan karakter berbeda, hobi, cita-cita dan latar belakang yang membentuk karakter tiap individu.

"Mereka adalah pribadi yang pantas didengarkan, dan didengar ceritanya," tuturnya.

Misalnya saja, karya sulam yang dibuat oleh ibu-ibu dari Pondok Hayat.

Karya sulam tersebut, terdiri dari empat warna dominan yang menyiratkan arti.

Dalam caption yang ditulis sebagai keterangan karya, meski cerita tersebut tidak diceritakan secara langsung, namun penggunaan warna menggambarkan personality dan ekspresi mereka secara sempurna.

Baca juga: Sederet Tips Bagi yang Ingin Merintis Karier Modeling, Syarat Model Catwalk dan Photoshoot Berbeda

Meski berjudul charity exhibition, tidak ada prosesi jual-beli dalam pameran tersebut. Anastasya, murni ingin memamerkan emosi dan impian teman-teman di Pondok Hayat.

Alasannya, karya-karya tersebut merupakan kisah yang harus diabadikan.

"Karya ini erat kaitannya dengan mereka. Seperti buku diary yang berisi perjalanan hidup. Kalau yang digambar anak-anak biasanya berisi cita-cita dan impian," jelas Anastasya.

Sedangkan kalau yang dirajut oleh ibu-ibu, menjadi media terapi yang menyenangkan. Sehingga akan sangat disayangkan jika harus dijual.

Selain pameran, ada pula workshop yang sengaja digelar untuk terapi seperti, membuat mask strap dan pottery.

Dua orang mahasiswi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra Surabaya, Anastasya Olivia Santoso dan Valmay, memberi wadah bagi teman-teman di Pondok Hayat Surabaya untuk mengekspresikan emosi dan impian melaui karya seni, 2021.
Dua orang mahasiswi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra Surabaya, Anastasya Olivia Santoso dan Valmay, memberi wadah bagi teman-teman di Pondok Hayat Surabaya untuk mengekspresikan emosi dan impian melaui karya seni, 2021. (TRIBUNJATIM.COM/AKIRA TANDIKA)
Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved