Berita Sidoarjo

Pencalonan Anggota Disoal Mantan Ketua, Gerindra Sidoarjo Angkat Bicara

Pengurus DPC Partai Gerindra Sidoarjo akhirnya angkat bicara terkait ribut-ribut tentang keabsahan proses dan dokumen pencalonan H Basor menjadi anggo

Penulis: M Taufik | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/M Taufik
Ketua dan Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo saat menunjukkan berkas terkait pencalonan Basor menjadi anggota DPRD Sidoarjo 

Reporter: M Taufik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Pengurus DPC Partai Gerindra Sidoarjo akhirnya angkat bicara terkait ribut-ribut tentang keabsahan proses dan dokumen pencalonan H Basor menjadi anggota DPRD Sidoarjo yang dipertanyakan oleh mantan Ketua DPC Partai Gerindra, HM Rifai.

Kayan, Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo mengaku prihatin dengan kondisi ini.

“Bagaimana pun pak Rifai itu mantan Ketua DPC kami. Tentu banyak pula jasanya untuk partai ini,” kata Kayan mengalami komentarnya, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, peristiwa pencalonan Basor menjadi anggota legislatif terjadi saat Rifai menjabat sebagai Ketua DPC.

Artinya, semua persyaratan calon, proses ke KPU, dan sebagainya juga atas sepengetahuan Rifai.

“LO-nya Suwono, yang saat itu juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo. Dia yang memproses semua, termasuk yang tanda tangan dalam proses verifikasi di KPU. Dan tentunya, semua yang dilakukan juga atas sepengetahuan ketua dpc,” urai Kayan.

Sehingga, kalau sekarang yang protes terkait pencalonan tersebut adalah mantan ketua, pihaknya juga mengaku heran.

“Dan kami juga sudah berusaha mengumpulkan beberapa data dari internal serta dari eksternal. Sejauh ini, kami memastikan bahwa semua sudah benar. Proses dan persyaratan yang dilampirkan juga lengkap sebagaimana aturan,” kata Sujayadi, Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo.

Termasuk persyaratan terkait status Basor yang pernah menjalani pidana penjara, disebutnya juga sudah lengkap.

Dalam hal ini, selain surat dari pengadilan juga ada ikstisar putusan yang dilampirkan dalam proses pencalonan ke KPU.

Ikstisar itu pula yang diupload dalam Silon KPU. “Nah yang mengupload itu dari anggota partai kami sendiri. Sudah saya konfirmasi yang bersangkutan, yang diapload adalah ikhtisar putusan. Bukan salinan putusan atau petikan putusan,” ungkap dia.

Kemudian, setelah Basor terpilih menjadi anggota DPRD Sidoarjo, ada beberapa syarat yang juga harus dipenuhi sebelum resmi duduk menjadi anggota dewan.

Di antaranya adalah melampirkan putusan dari pengadilan terkait kasus pidana yang pernah dijalaninya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved