Breaking News:

Berita Surabaya

Pedagang Baut dan Mur Ketiban Durian Runtuh Trend Restorasi Sepeda Klasik

Ibarat rantai makanan, restorasi sepeda motor klasik tengah ngetrend diera kini turut membuat pedagang baut dan mur di Surabaya raya ketiban durian

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim.com/Fikri Firmansyah
Pemilik Toko TA MUR BAUT, Taufiq Urrachman, Kamis (10/6/21). 

Reporter : Fikri Firmansyah | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ibarat rantai makanan, restorasi sepeda motor klasik yang tengah ngetrend diera kini turut membuat pedagang baut dan mur di Surabaya raya pun ketiban durian runtuh.

Peran baut dalam membuat tampilan sepeda jadul kembali anyar bak seperti keluaran pabrik menjadi alasan utama penghobi motor klasik turut memperhatikan keberadaan benda besi mungil ini.

Toko Baut Adi Reksa milik Adi Perkasa misalnya, yang berada di salah satu Perumahan daerah Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Meski terletak di perumahan, baut dan mur yang dijual Adi sapaan akrab Adi Perkasa selalu laris manis, sekalipun di tengah pandemi.

Adi mengungkapkan, memutuskan berkecimpung dalam bisnis besi kecil ini dilatar belakangi dari prediksinya tentang ngetrendnya restorasi sepeda motor keluaran tahun 1990-2000an.

"Pada tahun 2017 saya melihat teman-teman saya banyak yang lebih memilih motor jadul seperti Astrea Prima yang telah direstorasi ketimbang beli motor baru, dari sini saya pun ikutan kecanduan bermain pula. Selama ikut kecanduan hobi membuat motor jadul menjadi baru lagi ini saya merasa keberadaan baut turut berperan penting dalam membuat hasil restorasi yang sempurna, alhasil saya memutuskan berbisnis ini pada 2018 lalu," ungkap Adi kepada TribunJatim.com, Kamis (10/6/21).

Baca juga: Motor Klasik yang Kembali Digemari Masyarakat Jadi Berkah Benelli, Penjualan Motobi 152 Melonjak

Perihal profit, saat era motor jadul hasil restorasi banyak digemari seperti saat ini, untung yang didapat Adi juga menggiurkan.

"Perbulannya saya bisa dapat profit sekitar 4,5 juta, untung ini didapat dari penjualan online dan offline," katanya.

Trend anak muda mulai bangga pakai bebek lawas juga membuat penghasilan Taufiq Urrachman berlipat ganda.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved