Berita Jatim
Mendaki Gunung Argopuro 'Trek Terpanjang di Pulau Jawa', Rehat di Danau Taman Hidup yang Mempesona
Perjalanan pendakian Gunung Argopuro. Gunung dengan trek pendakian terpanjang di Pulau Jawa. Ada Danau Taman Hidup yang mempesona.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Hefty Suud
Pendakian Gunung Argopuro melalui Desa Bremi Situbondo dapat dilakukan dengan mendatangi Pos Bremi untuk membayar bea masuk Suaka Marga Satwa Tinggi Hyang.
Tiket pendakian Gunung Argopuro sebesar Rp 20 ribu perhari di weekday dan Rp 30 ribu perhari saat weekend.
Jika membawa kendaraan pribadi dapat menitipkan di base camp baik Baderan maupun Bremi. Harga penitipan kendaraan sekitar Rp 5 ribu hingga 10 ribu.
Baca juga: Progres Penetapan Gunung Piramid Jadi Wisata Minat Khusus Masih dalam Proses
Menariknya, naik gunung ini bisa dengan naik ojek dari Pos Baderan menuju batas kawasan (pos awal) untuk mempersingkat waktu sebelum pendakian.
Perjalanan dimulai menggunakan ojek dari Pos Baderan melalui medan makadam dan kemungkinan berlumpur saat musim hujan. Transportasi ojek hanya boleh hingga simpangan atau batas kawasan.
Sesampainya di batas kawasan, pendakian menuju mata air satu dengan medan yang mulai menanjak.
Di mata air satu terdapat bangunan dan lahan kosong yang dapat digunakan untuk rehat atau shalat. Seusai rehat di pos 1, perjalanan dilanjutkan menuju mata air dua dengan medan yang semakin ekstrem.
Proses perjalanan akan melalui alun-alun kecil maupun besar berupa hamparan padang rumput yang luas.
Jika musim hujan, rumput akan sangat terlihat hijau. Perjalanan juga melalui hutan cemara Gunung Ling-Ling dan mata air dua.
Setelah melewati spot-spot tersebut, perjalanan mendekati Cikasur akan ditemukan sungai qolbu. Sungai yang berisikan air segar dan rimbunnya selada air.
“Ini sumber air para pendaki yang bermalam di Cikasur. Berasal dari mata air langsung dan menjadi sumber bagi masyarakat yang bermukim di bawah Argopuro,” kata Gatut Panggah Prasetyo guide virtual tour.
Meski melalui trek panjang, keindahan Gunung Argopuro menjadi favorit para pendaki. Gunung ini menyimpan kekayaan flora-fauna, bentangan alam yang indah dan masih asri. Tak ketinggalan pula dengan cerita mistisnya.
Sesampainya di Cikasur, terlihat pemandangan eksotis, burung Merak yang bertengger di pepohonan dan sisa bangunan kolonial Belanda.
Mengingat dahulunya sempat menjadi tempat latihan perang Jepang, dilengkapi dengan landasan pesawat dan bunker.
“Bukti sejarah bahwa kawasan konservasi ini sudah dikelola sejak Kolonial Belanda. Ini ada bangunan yang dulunya juga digunakan untuk tempat wisata lokal. Selain konservasi tapi juga cerita jaman kolonial Belanda hingga kerajaan jaman Majapahit yang dikenal Puncak Rengganis dan Argopuro,” kata Gatut.