Berita Madiun
79 Pasien Covid-19 Klaster Hajatan Dibolehkan Pulang untuk Karantina Mandiri
Setelah dirawat di RSUD Dolopo Madiun sekitar 10 hari, sebanyak 24 pasien Covid-19 dari klaster hajatan, dipulangkan ke rumahnya masing-masing, Rabu
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Rahadian Bagus | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Setelah dirawat di RSUD Dolopo Madiun sekitar 10 hari, sebanyak 24 pasien Covid-19 dari klaster hajatan, dipulangkan ke rumahnya masing-masing, Rabu (23/6/2021) sore.
Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan 24 pasien ini merupakan kloter ketiga dari klaster hajatan yang dipulangkan. Sebelumnya, pada Senin (21/6) sebanyak 34 pasien dan Selasa (22/6) sebanyak 21 pasien dari klaster yang sama juga dipulangkan.
"Jadi dari hasil keputusan medis, mereka sudah diperbolehkan pulang dan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata bupati yang akrab disapa Kaji Mbing, saat dikonfirmasi, Rabu (23/6/2021) di Pendopo Muda Graha.
Ia menuturkan, para pasien dari klaster hajatan ini selanjutnya diminta untuk melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari petugas kesehatan dan satgas Covid-19 di desa.
"Kami sudah memisahkan, yang sehat kumpul dengan yang sehat, kami juga siapkan beberapa rumah untuk isolasi mandiri," katanya.
Dia menuturkan, dengan dipulangkannya puluhan pasien dari klaster hajatan ini, Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSUD Dolopo yang sempat diatas 80 persen, kini turun di bawah 60 pesen.
"Kepulangan puluhan pasien ini juga membuat BOR menjadi turun, selain karena kita tambah tempat tidurnya, hari ini jumlah pasien yang dirawat di RSUD Dolopo tinggal 79, artinya saat ini BOR jauh di bawah 60 persen, amanlah,"jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dolopo Kabupaten Madiun, dr. Purnomo Hadi, mengatakan para pasien yang dipulangkan hari ini harus menjalani karantina di rumah selama 14 hari.
Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Bupati Madiun Bolehkan Camat dan Kades Melarang Hajatan Digelar
Selama masa karantina, para pasien dianjurkan untuk cukup beristirahat, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, berjemur setiap pagi, dan selalu disiplin prokes.
"Seluruh perlatan pribadi, seperti sabun, pakaian, piring, gelas, sikat gigi, dirawat sendiri-sendiri," katanya kepada TribunJatim.com.
Pantauan di lokasi, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing, para pasien diberi pengarahan oleh dokter spesialis paru-paru, dan Direktur RSUD Dolopo. Selanjutnya, para pasien ini diantar pulang mengunakan ambulance ke rumah masing-masing.
Diberitakan sebelumnya, sekitar dua pekan lalu, terjadi klaster hajatan di Desa Bantengan dan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Saat itu, berdasarkan swab antigen, ditemukan sebanyak 109 warga positif covid-19 usai menghadiri hajatan di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, awal Juni 2021.
Beberapa hari setelah menghadiri hajatan tersebut, beberapa warga mengalami gejala batuk pilek disertai demam. Tak berapa lama kemudian, pemerintah desa melaporkan ke puskesmas terdekat hingga dilakukan swab antigen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-madiun-pasien-covid-19-klaster-hajatan-di-kabupaten-madiun-dipulangkan-s.jpg)