Breaking News:

Berita Trenggalek

Pengusaha Konstruksi di Trenggalek Protes soal Harga Penawaran Lelang Pembangunan yang Turun Drastis

Beberapa pengusaha konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gabpeksi) Kabupaten Trenggalek mempersoalkan pemenang tender proyek

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Afla
Ketua Gabpeksi Kabupaten Trenggalek Bambang Wahyudi. 

Reporter: Aflahul Abidin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Beberapa pengusaha konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gabpeksi) Kabupaten Trenggalek mempersoalkan pemenang tender proyek pembangunan di Trenggalek yang harga penawarannya rendah.

Mereka menganggap, penawaran yang terlalu rendah yang dimenangkan oleh pihak penyelenggara lelang membuat persaingan tidak kompetitif.

Padahal, mereka meyakini, nilai penawaran yang terlalu rendah akan berimplikasi terhadap kualitas bangunan yang juga rendah dan tak maksimal.

Para anggota Gabpeksi memprotes hal itu dan meminta fasilitas dengar pendapat bersama instansi terkait kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek.

Hearing yang dijadwalkan digelar hari ini, Rabu (23/6/2021), itu akhirnya ditunda karena beberapa pihak tidak hadir. Salah satunya dari Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Ketua Gabpeksi Kabupaten Trenggalek Bambang Wahyudi mengatakan, pihaknya mempertanyakan bagaimana penawaran-penawaran rendah itu bisa dimenangkan dalam lelang.

Padahal, pihaknya meyakini, penurunan nilai tawar itu termasuk dalam kondisi yang tidak wajar.

Artinya, menurut mereka, nilai tawar yang rendah bisa berdampak pada kualitas pengerjaan proyek yang juga rendah.

“Kami minta fasilitasi untuk tahu, bagaimana proses evaluasi itu sehingga penawaran yang nilainya turun seperti itu bisa dikatakan wajar dan dimenangkan,” kata Bambang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved