Berita Malang

SBMI Malang Raya Bawa Keranda ke Balaikota Malang, Minta Usut Tuntas Kasus Calon PMI Kabur di PT CKS

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang Raya demonstrasi di depan Balaikota Malang. Minta wali Kota Sutiaji dan dewan lindungi buruh migran.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Rifky Edgar
Aksi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang Raya saat melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota Malang, Selasa (29/6/2021). 

Reporter: Rifky Edgar | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus melompatnya lima calon Pegawai Migran Indonesia (PMI) di PT Central Karya Semesta (PT CKS) Kota Malang kembali mencuat ke publik.

Hal ini setelah puluhan massa dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota Malang, Selasa (29/6/2021)

Mereka meminta agar kasus ini segera diusut tuntas kepada Wali Kota Malang dan DPRD kota Malang.

Karena SBMI Malang Raya melihat, ada kejanggalan dari kasus yang melanda lima calon PMI tersebut,  sehingga mereka nekat melompat dari tempat pelatihan BLK LN PT CKS.

Baca juga: Kasus Kaburnya 5 Calon PMI PT CKS Belum Temukan Titik Terang, Polresta Malang Kota Periksa 22 Saksi

"Polisi pun juga sampai saat ini terus menyelidiki kasus ini, Tapi sampai sekarang kasusnya kami lihat seolah menggantung, ada apa? Kami menuntut keras agar kasus ini segera diusut tuntas, buktikan bahwa Pemkot dan juga DPRD berpihak pada rakyat," ucapnya Dina Nuriati Media Center SBMI Malang Raya.

Puluhan massa dari SBMI itu juga memprotes sikap dari Wali Kota Malang Sutiaji yang seolah-olah terlalu berpihak kepada PT CKS.

Aksi mereka pun dilakukan dengan melakukan orasi, membawa poster dan membawa keranda mayat yang bertuliskan 'telah mati nurani Sutiaji'.

Hal ini ditengarai, setelah Sutiaji bersama Disnaker-PMPTSP Kota Malang melakukan sidak ke PT CKS pada 12 Juni 2021 kemarin.

SBMI pun menganggap, Sutiaji tidak memiliki empati saat melakukan sidak ke PT CKS

Hal ini didasari dari pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Setiaji justru terkesan membela PT CKS.

Baca juga: Polisi Terus Lakukan Penyelidikan Terhadap BLKLN PT CKS

Seperti yang menyatakan bahwa PT CKS tersebut legal, sehingga membuat pahlawan devisa dan calon buruh migran Indonesia merasa terprovokasi.

"Pernyataan itu telah mencederai keadilan dan rasa kemanusiaan. Karena pahlawan devisa adalah buruh migran dan bukan PT penyelenggara penempatan buruh migran Indonesia (BMI). Justru penyelenggara penempatan BMI adalah penikmat keringat dan darah buruh migran Indonesia," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved