Berita Madura
Belajar dari 3 Kecamatan di Bangkalan yang Bebas dari Zona Merah, Warga Isoman Jadi Perhatian
Awal Juni 2021, perhatian nasional tertuju kepada Kabupaten Bangkalan setelah lonjakan kasus Covid-19 menerjang Kecamatan Arosbaya kemudian merembet
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
“Masyarakat mulai berdatangan ketika melihat para tetangga sudah mulai berani di-rapid, swab PCR, hingga vaksin. Mereka mulai sadar bahwa pemeriksaan sejak dini adalah menguntungkan, keluarga di rumah tidak menjadi korban,” ungkap Malik kepada Surya.
Ia memaklumi pada awalnya ketakutan masyarakat dikarenakan terbawa isu-isu hoaks yang disebar di media sosial tentang Covid-19, pencegahan, hingga penangannya. Namun perlahan, pemahaman mayoritas masyarakat mulai bergeser.
Bahkan ketika beberapa warga dinyatakan reaktif rapid test antigen dan memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, lanjut Malik, beberapa warga turut aktif memantau bersama kepala desa, babhinsa (TNI), dan babhinkamtibmas (Polri) yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Desa.
“Kepala desa yang paling dekat dengan warga, menanyakan kebutuhan-kebutuhan warganya yang tengah isolasi mandiri. Selain dipenuhi kebutuhan makanan, ada juga bantuan vitamin dari dinas kesehatan,” papar Malik.
Ia memaparkan, saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 jumlah positif terkonfirmasi di Kecamatan Klampis nyaris menyentuh angka 200 orang. Saat ini menyisakan sejumlah 108 orang, 37 orang di antaranya melakukan isolasi mandiri di rumah dan sisanya berada di gedung-gedung isolasi separti Balai Diklat di Kota Bangkalan dan di rumah sakit.
“Berkurang dan terus berkurang. Sebelumya, mobilitas mobil ambulan melintas di depan kantor kecamatan sangat tinggi. Kalau ke barat (ke Kota Bangkalan), itu berarti mengirim pasein ke rumah sakit. Kalau kembali ke timur, itu berarti gagal (meninggal dunia),” pungkasnya.
Bupati Bangkalan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, Polres berseta Kodim 0829 serta Pemkab Bangkalan sudah satu frekuensi dengan Pemerintah Pusat terkait upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.
Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan setiap dua hari sekali melaporkan melalui rapat koordinasi dengan Forkopimda Jawa Timur terkait apa yang sudah dilakukan dan kegiatan yang sedang dilakukan.
“Sehingga ada evaluasi di masing-masing daerah yang dianggap sebagai episentrum. Apa yang menjadi atensi Pemerintah Pusat sudah kami tindaklanjuti. Mulai dari peningkatan operasi yusitisi, penebalan dalam penarapan PPKM Mikro dan juga pemberlakuan jam malam untuk warung dan rumah makan,” ungkap Ra Latif.
Terlepasnya Kecamatan Kota, Arosbaya, Klampis, dan Socah dari cengkeraman zona merah masih menyisakan pekerjaan berat bagi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan. Pasalnya zona merah kini merangsek ke Kecamatan Geger dan Tragah, bergabung bersama Kecamatan Sepulu dan Burneh yang masih bertahan dalam kubangan zona merah.
Dalam update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan hingga Selasa (29/6/2021), total pasein positif terkonfirmasi menyentuh angka 3.402 orang atau bertambah sejumlah 67 orang. Sedangkan total pasein sembuh mencapai 2.066 orang atau bertambah 86 orang dari sehari sebelumnya. (edo/ahmad faisol)
Kumpulan berita Madura terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/terbebasnya-kecamatan-arosbaya-dari-kubangan-zona-merah-tidak-membuat.jpg)