Berita Pasuruan
Percepat Penanganan Covid-19, Gus Ipul Keluarkan Empat Kebijakan Strategis
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memutuskan empat kebijakan strategis bersama Satgas Covid-19 Kota Pasuruan untuk menyikapi perkembangan
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim Network, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memutuskan empat kebijakan strategis bersama Satgas Covid-19 Kota Pasuruan untuk menyikapi perkembangan kasus Covid-19.
Gus Ipul mengatakan, empat kebijakan strategis ini diambil setelah pihaknya menggelar rapat bersama Wakil Walikota Pasuruan dan Satgas Covid-19 Kota Pasuruan untuk percepatan penangananCovid-19.
"Ada empat kebijakan strategis yang kami putuskan hari ini," kata Gus Ipul saat menyampaikan perkembangan terbaru Covid-19 Kota Pasuruan di Gradika, Rabu (30/6/2021).
Disampaikan Gus Ipul, pertama, pihaknya akan mempercepat proses vaksinasi. Pekan lalu, Pemkot sudah bekerjsama dengan Polres Pasuruan Kota.
Pekan ini, ia berencana akan kerjasama dengan Kodim 0819 untuk melakukan vaksinasi massal. Targetnya, ada 3.000 orang yang akan divaksin.
"Selain itu, Pemkot akan membuat pekan vaksinasi khusus lansia. Untuk kategori lansia, sudah tuntas sekitar 64 persen. Naik 5 persen lebih dibandingkan dulu," urainya.
Baca juga: 53 Orang Kluster Ziarah di Pasuruan Dinyatakan Sembuh dan Bebas Covid-19
Kedua, lanjut Gus Ipul, penerapan PPKM Darurat di Kota Pasuruan sesuai dengan instruksi pemerintah pusat mulai 2 Juli mendatang.
"Kami sudah rapat, Kota Pasuruan ini masuk level 3. Ada 12 sektor yang akan ada pembatasan, sektor perkantoran, pendidikan, tempat umum, dan lainnya. Nanti akan kami sesuaikan," paparnya.
Ketiga, kata Gus Ipul, terkait ketersediaan anggaran untuk penanganan Covid-19 utamanya untuk Biaya Tak Terduga (BTT).
"Anggaran Pemkot untuk penanganan Covid-19 terus berkurang dan posisinya hari ini sangat tipis sekali. Makanya, kami perlu cari cara lagi," tambah dia.
Disampaikannya, anggaran ini sudah digunakan untuk pembelian obat - obatan, tambahan tempat karantina dengan sewa hotel dan lain sebagainya.
"Ini bukan anggaran pokok untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), sembako, sosialisasi, pemulihan ekonomi dan lain sebagainya. Ini beda," tambahnya.
Menurut Gus Ipul, pihaknya akan melakukan cara alternatif dengan melakukan refocusing anggaran yang tersisa, meminta bantuan provinsi jika memang masih bisa.
"Atau kalau tidak, kami Pemkot membuka posko donasi. Silahkan masyarakat yang ingin terlibat menangani COVID-19, mari donasi. Bisa berupa uang atau barang," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-pasuruan-53-warga-trajeng-pasuruan-kluster-ziarah-dinyatakan-bebas-covid.jpg)