Breaking News:

Berita Jember

Antisipasi Covid-19, Pemkab Jember Minta Masyarakat Waspadai Klaster Perkantoran 

Klaster perkantoran terus bermunculan dalam peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember. Selain klaster keluarga, klaster perkantoran juga terus

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sri Wahyunik
Ilustrasi kegiatan penyemprotan disinfektan oleh relawan PMI Jember di sekolah, sebagai upaya pencegahan penyebaran penularan Covid-19 di Jember 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Sri Wahyuni

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER- Klaster perkantoran terus bermunculan dalam peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Jember. Selain klaster keluarga, klaster perkantoran juga terus diwaspadai oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jember.

Dari informasi yang dihimpun Surya, klaster perkantoran ini antara lain muncul di beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember.

Seperti di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember.

Baru-baru ini, ada 11 orang pegawai di Dinkes Jember yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Jadi bisa saya laporkan kepada Bapak Bupati, selain memberlakukan WFH (work from home) pada 50 persen pegawai. Mulai hari ini, kami juga mengistirahatkan 11 orang pegawai di dinas kami, untuk melakukan isolasi mandiri," ujar Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Jember drg Nurcahyohadi dalam rapat koordinasi di Pendapa Bupati Jember, Rabu (30/6/2021).

Sementara itu, Plt Camat Kaliwates Bambang Saputro juga melaporkan jika ada 18 pegawai di DTPHP Jember yang tercatat terkonfirmasi positif Covid-19. Bambang menyampaikan hal itu saat rapat koordinasi percepatan vaksinasi dengan Bupati Jember Hendy Siswanto dan sejumlah pihak, karena kantor tersebut berada di Kecamatan Kaliwates.

Bambang meminta maaf karena Kecamatan Kaliwates kini jatuh pada Zona Merah, meskipun secara maksimal sudah melakukan upaya maksimal penanganan Covid-19. Beberapa penyumbang kasus sehingga Kecamatan Kaliwates menjadi Zona Merah antara lain, klaster keluarga di Kelurahan Kepatihan, klaster UIN KHAS, juga klaster perkantoran.

Baca juga: Wawali Cak Ji Ungkapan Pengalamannya Saat Positif Covid-19: Gak Enak Rek!

"Klaster keluarga di Kepatihan itu ada 13 orang dalam satu keluarga, juga ada yang meninggal dunia. Kemudian di UIN KHAS juga jadi klaster kampus karena ada 11 karyawan di sana yang terkonfirmasi positif, kemudian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan yang kantornya ada di kecamatan kami, ada 18 orang pegawai yang terkonfirmasi. Kami setiap hari sudah melakukan upaya seperti operasi yustisi, juga woro-woro prokes," ujar Bambang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Mirfano menambahkan, jika pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaporkan kalau seorang juru tagih Pasar Tanjung juga terkonfirmasi positiff. Juru tagih adalah petugas yang menarik retribusi pasar kepada pedagang di pasar terbesar Kabupaten Jember itu.

"Sudah kami minta untuk dilakukan tracing kepada semua pedagang Pasar Tanjung," ujar Mirfano.

Untuk menekan persebaran Covid-19 di perkantoran, Bupati Jember Hendy Siswanto telah menerapkan kebijakan WFH 50 persen bagi pegawai, dan 50 persen WFO (work from office). Pegawai secara bergiliran melakukan WFH dan WFO tersebut.

"Segala upaya kami lakukan untuk menekan persebaran ini, seperti menerapkan kebijakan WFH di kantor. Juga pembatasan kegiatan masyarakat, seperti menerapkan jam malam. Kami akan lihat perkembangannya sampai dua pekan ke depan. Semoga ada dampak berupa pelambatan kasus," tegas Hendy.

Sementara itu berdasarkan data dari laman Info Covid-19 Jawa Timur, di Kabupaten Jember ada tambahan aksus baru sebanyak 41 kasus positif, 11 kasus sembuh, dan tiga kasus kematian pada 30 Juni 2021.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved