Berita Lumajang
UPDATE CORONA di Lumajang Senin 5 Juli 2021, Tinggi Lagi, Kasus Positif Covid-19 Tambah 94 Orang
UPDATE CORONA di Lumajang pada Senin 5 Juli 2021, tinggi lagi, kasus positif Covid-19 bertambah 94 orang. Didominasi klaster keluarga.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Kasus Covid-19 (virus Corona) di Kabupaten Lumajang kembali pecah rekor.
Per Senin (5/7/2021), ada penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 94 orang.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, lonjakan kasus penambahan paling banyak berasal dari Kecamatan Lumajang, yaitu sekitar 23 orang. Sisanya, ada di Senduro, Pasirian, Candipuro yang jumlahnya 8 sampai 10 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius mengatakan, peningkatan tersebut merupakan rekor tertinggi yang terjadi di Lumajang.
"Tidak hanya kasus terkonfirmasi, kasus orang yang meninggal setiap hari cukup banyak. Sekarang kasus positif baru 94, sedangkan yang meninggal 13," kata dr Bayu, Senin (5/7/2021).
Menurutnya, peningkatan kasus baru ini didominasi dari klaster keluarga. Sementara, meningkatnya kasus baru Covid-19 ini diklaim karena gencarnya tracing dan testing di Lumajang.
"Melonjak karena hasil rapid test banyak yang positif dari kontak erat pasien konfirmasi Covid-19," terangnya.
Bayu pun mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.
Baca juga: Pemkab Lumajang Izinkan Keluarga Jenazah Pasien Covid-19 Ikuti Proses Pemulasaran, Ini Syaratnya!
Dengan adanya tambahan baru, akumulasi kasus Covid-19 di Lumajang mencapai 3.573 kasus.
Sementara jumlah orang aktif terinfeksi Covid-19 sekarang mencapai 372 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 223 melakukan isolasi mandiri di rumah, sedangkan 149 dirawat di rumah sakit.
Terus melonjaknya pasien yang dirawat di rumah sakit menjadi kekhawatiran sendiri bagi pemerintah daerah.
Sebab ketersediaan bed isolasi di beberapa rumah sakit hanya ada sebanyak 260 tempat tidur.
"Kami harapannya dalam waktu dekat bisa menambah bed isolasi untuk mengantisipasi ledakan penularan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-kapan-indonesia-produksi-vaksin-covid-19-sendiri.jpg)