Breaking News:

Berita Surabaya

Penerimaan Tahanan Baru di Rutan Kelas I Surabaya Wajib Disertai Surat Keterangan Negatif Covid-19

Penerimaan tahanan baru di Rutan Kelas I Surabaya wajib disertai surat keterangan negatif Covid-19 dan penerapan prokes ketat.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Rutan Kelas I Surabaya menerima tahanan baru sebanyak 52 tahanan, yang berasal dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Minggu (11/7/2021).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021, tidak menyulutkan jalannya proses peradilan yang berada di wilayah Kota Surabaya. 

Kali ini, Rutan Kelas I Surabaya menerima tahanan baru sebanyak 52 tahanan, yang berasal dari Kejaksaan Negeri Surabaya. 

Pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dilaksanakan selama proses penerimaan berlangsung. 

Secara administrasi, tahanan baru yang diterima oleh Rutan Kelas I Surabaya wajib disertai hasil rapid test antigen yang menunjukkan hasil negatif.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya, Sukarna

la menjelaskan, setiap tahanan baru yang masuk akan ditempatkan di blok karantina selama 14 hari. 

"Tahanan baru yang diterima Rutan Surabaya wajib disertai surat keterangan bahwa yang bersangkutan negatif dari virus Covid-19," ujarnya, Minggu (11/7/2021). 

Baca juga: Terjadi Penumpukan Pasien IGD, RSUD dr Soetomo Surabaya Targetkan Ruang Tambahan Selesai Pekan Depan

Selain itu, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Hendrajati, menjelaskan, meskipun PPKM Darurat sedang berlangsung, proses peradilan tetap berjalan sebagaimana mestinya. 

"Untuk mewujudkan dan mensukseskan tujuan dari PPKM ini, perlu adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antar seksi, sub seksi, Satgas Covid-19, serta aparat penegak hukum (APH) lainnya," terang Hendrajati.

la juga menegaskan tentang pentingnya menerapkan 6M dan 3T, Tidak diperkenankan melaksanakan perjalanan dinas dan menangguhkan cuti bagi pegawai, melaksanakan work from home (WFH/bekerja dari rumah) 50 persen pegawai dan menyusun jadwal piket pelayanan terpadu.

Hendra menambahkan, penerapan prokes di rutan sangat ketat. Hal ini diberlakukan mengingat ada sekitar 1.900 lebih warga binaan di dalam. 

"Semua perlu dijaga, baik itu pegawai maupun warga binaan, agar tetap aman dan dan terhindar dari Covid-19 dan yang terpenting wajib selalu memakai masker ketika memasuki area kantor. Saya mengimbau kepada seluruh jajaran, tolong agar protokol kesehatan 6M dan 3T dijaga betul, jangan sepelekan kondisi pandemi Covid-19," pungkasnya.

Berita tentang Surabaya

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved