Breaking News:

Berita Jatim

Pro Kontra Putusan Pinangki, Begini Penjelasan Guru Besar Hukum Pidana Unair

Pengurangan hukuman Pinangki menjadi pro kontra. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus 10 tahun penjara. dan pada saat banding pada

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Januar Adi Sagita
Kompas.com via KompasTV
Jaksa Pinangki saat ditangkap 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengurangan hukuman Pinangki menjadi pro kontra. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus 10 tahun penjara. dan pada saat banding pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta diputus 4 tahun penjara. 

Nah, dari kasus ini Kejagung menjadi sorotan warga dimana mereka dituding 'bermain' atas kasus ini. 

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Airlangga (Unair) Prof. Nur Basuki Minarno menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan tidak beralasan hukum. 

"Berat ringannya putusan itu wewenang hakim sepenuhnya dan yang mempunyai hak/kepentingan terhadap putusan tersebut adalah Pinangki secara pribadi," bebernya, Rabu, (14/7/2021). 

Menurutnya, jika dicermati lebih dalam tidak ada kejanggalan dalam proses persidangan tersebut. 

Jaksa mengajukan tuntutan pidana 4 tahun, tetapi oleh Majelis Hakim diputus pidana penjara 10 tahun. Tentu posisi ini jaksa tidak akan mengajukan banding. 

"Bagaimana dengan Pinangki? tentu Pinangki sebagai Terdakwa keberatan atas keputusan tersebut sehingga Pinangki mengajukan banding," tambahnya. 

Ihwal putusan banding, kenapa jaksa tidak ajukan kasasi. Disini Prof. Basuki mengatakan 

jika putusan hakim kurang dari 2/3 tuntutannya, maka jaksa penuntut umum akan mengajukan upaya hukum. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved