Breaking News:

Berita Gresik

Polisi Gerebek Dua Tambang Ilegal di Gresik Nekat Beroperasi, 2 Ekskavator dan 7 Dump Truk Disita

Polres Gresik menggerebek dua tambang galian C ilegal yang nekat beroperasi, dua ekskavator dan tujuh dump truk pun disita.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Satreskrim Polres Gresik sita sejumlah alat berat milik tambang ilegal galian C di Kecamatan Benjeng, Gresik, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tambang ilegal galian C di Desa Jatirembe dan Desa Jatiroboh, Kecamatan Benjeng, Gresik, digerebek Satreskrim Polres Gresik lantaran beroperasi tanpa mengantongi izin, Kamis (22/7/2021).

Sebanyak dua ekskavator dan tujuh dump truk pun disita Satreskrim Polres Gresik.

Polisi melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda itu dalam waktu yang bersamaan.

Galian C ilegal ini beroperasi sejak dua pekan yang lalu. Kedua tambang ilegal ini mampu menghasilkan Rp 1.900.000 per hari atau 38 rit dalam satu harinya. Angka tersebut terbilang dalam kondisi sepi karena pandemi Covid-19 (virus Corona).

Tambang ilegal itu berada di area persawahan Desa Jatirembe dan Desa Jatiroboh.

Unit Pidter Satreskrim Polres Gresik dipimpin Iptu Suparlan melakukan penggerebekan ketika alat berat sedang beroperasi.

Petugas memergoki ekskavator mengisi material tanah ke dalam truk.

Tujuh unit dump truk, dua unit ekskavator beserta surat-surat dan nota dibawa ke Mapolres Gresik sebagai barang bukti.

Belakangan diketahui pemilik kedua tambang ilegal itu berinisial M dan K.

Baca juga: Unggah Kerumunan Gantangan Burung ke Medsos, Pria di Gresik Dikeroyok hingga Babak Belur

Kini M dan K disangkakan pasal 158 jo pasal 35 Undang-undang RI nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Kegiatan ini adalah penertiban galian ilegal atau illegal mining. Yang jelas-jelas perbuatan melanggar hukum dan merusak alam sekitar," ungkap Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, ketika dikonfirmasi, Jumat (23/7/2021).

Dia menambahkan, pembelinya adalah daerah-daerah yang membutuhkan urukan tanah.

"Kedua pelaku kini masih menjalani proses penyidikan guna pengembangan kasus. Dan lokasi tambang ilegal langsung kami police line," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved