Breaking News:

Berita Surabaya

Seusai Viral Video Pasang Bendera Putih di Ampel, Pria Dalam Video Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

Setelah video pemasangan bendera putuh sebagai simbol menyerah atas kebijakan PPKM Darurat yang mengatasnamakan masyarakat Ampel viral, pria dalam

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Tangkapan layar video klarifikasi Fahim pembuat video bendera putih di kawasan Ampel Surabaya. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah video pemasangan bendera putih sebagai simbol menyerah atas kebijakan PPKM Darurat yang mengatasnamakan masyarakat Ampel viral di media sosial, pria dalam video tersebut akhirnya memberikan klarifikasi.

Bahkan klarifikasi tersebut juga disertai penurunan bendera putuh di beberapa tiang jalan Sasak, kawasan Ampel, Surabaya.

Sosok pria yang ada dalam rekaman video viral itu diketahui bernama Fahim Adi.

Dalam video klarifikasinya itu, Fahim meminta maaf kepada para tokoh masyarakat lantaran membuat video pemasangan bendera putih di kawasan Ampel.

"Saya Fahim Adi,memberikan klarifikasi atas video pemasangan bendera yang viral. Saya mohon maaf kepada para elemen masyarakat bilamana video tersebut membuat keresahan di tengah masyarakat,"ujar Fahim.

Selain itu,Fahim juga berikrar akan mendukung pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan penanggulangan wabah Covid 19 di Indonesia.

"Saya juga mengapresiasi pemerintah terhadap penanganan penanggulangan Covid 19. Saya siap bekerjasama bersama elemen masyarakat untuk Indonesia lebih baik. NKRI Harga Mati," ujarnya dalam video klarifikasi.

Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Pedagang di Surabaya Keluhkan PPKM Darurat, Omzet Turun 98 Persen

Beberapa tokoh masyarakat sekitar juga memberikan tanggapan terkait video bendera putih di Jalan Sasak.

Salah satunya adalah, Umar ketua RW III kawasan Ampel.

"Pemasang bendera adalah bukan warga Ampel. Hingga saat ini kondisi wilayah Ampel kondusif," ujar Umar.

Selain itu ada pula Abdullah, ketua komunitas Arab di Ampel juga memastikan jika sampai saat ini kondisi Ampel masih konduaif dan taat aturan PPKM yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Sampai saat ini kondisi masyarakat Ampel sangat konduaif dan hidup rukun berdampingan sekalipun dalam pemberlakuan PPKM,"kata Abdullah.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved