Breaking News:

Berita Gresik

Bupati Gresik Tak Bosan Ajak Kepala Desa Proaktif Data Warga dan Bantu Penanganan Covid-19

Meski bukan hari kerja, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui sejumlah kepala desa. Dia berharap kepala desa dan pemerintahan di desa ikut pro

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/Willy Abraham
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Meski bukan hari kerja, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui sejumlah kepala desa. Dia berharap kepala desa dan pemerintahan di desa ikut pro aktif membantu mendata warga yang terpapar, kemudian berkoordinasi.

Gus Yani sapaan akrabnya, ingin ada satu kesinambungan antara pemerintah kabupaten (Pemkab) dengan pemerintah desa. Sebab, pemerintah desa (Pemdes) adalah garda terdepan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Sehingga diminta pro aktif, mendata dan mengecek warga yang terpapar. Setelah itu berkoordinasi dan memberikan penanganan cepat seperti dibawa ke puskesmas untuk diperiksa.

Pasalnya, pemkab Gresik telah mendirikan tenda di lima puskesmas besar. Kemudian 15 puskesmas untuk penanganan Covid-19, lima diantaranya untuk menangani ibu hamil yang positif Covid-19.

Lima puskesmas yang telah dipasang tenda adalah puskesmas Driyorejo, puskesmas Sidayu, puskesmas Menganti, puskesmas Kebomas dan puskesmas Ujungpangkah.

Kemudian 15 puskesmas terdiri dari 10 puskesmas menangani covid-19 adalah puskesmas Mentaras, puskesmas Ujungpangkah, puskesmas Sidayu, puskesmas Manyar, puskesmas Kebomas, puskesmas Benjeng, puskesmas Dapet, puskesmas Kesamben Kulon, puskesmas Driyorejo dan puskesmas Menganti. 

Kemudian lima puskesmas untuk menangani pasien ibu hamil yang terpapar Covid-19 adalah puskesmas Bungah, puskesmas Alun-alun, Puskesmas Cerme dan puskesmas Wringinanom. Puskesmas yang tidak masuk dalam penanganan Covid-19 akan diperbantukan memperkuat puskesmas yang telah ditunjuk Pemkab Gresik. 

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Polres Gresik Libatkan Ormas, Ormek dan LSM untuk Menerima Vaksin 

Empat titik posko PPKM darurat untuk memberikan konsultasi online kepada warga isolasi mandiri. Kemudian, obat, vitamin dan makanan juga telah disediakan untuk warga isolasi mandiri dan warga terdampak PPKM. Begitu juga di puskesmas obat telah disiapkan.

"Tak bosan-bosan. Saya terus ingatkan dan terjun ke bawah. Berbicara dan mendengarkan para kades. Agar bersikap pro aktif. Selalu berperan aktif. Karena yang dibutuhkan sekarang adalah garis koordinasi yang tak terputus. Mulai Pemkab sampai Pemdes. Koneksi antar itu telah kita perkuat. Melalui penguatan puskesmas. Dengan mendirikan posko-posko darurat, terus mengkonsolidasikan para relawan, baik relawan nakes, pemulasaraan, dan bantalan sosial," ucapnya, Minggu (25/7/2021).

Pihak satgas Desa diminta untuk lebih aktif mendata warga kemudian mengambil obat, vitamin dan makanan yang telah disiapkan di Posko darurat.

"Belajar dari pandemi ini. Semoga ke depan kita memiliki baris pemerintahan lebih kuat. Yang satu arah, satu semangat, dan satu terpaduan kerja. Insyaallah, di balik semuanya, selalu ada hikmah terbaik yang dapat kita ambil. Bunuh ketakutan dengan rasa kemanusiaan," tegasnya.

Total ada 330 desa di Gresik. Diharapkan peran aktif serta pemdes membantu penanganan Covid-19 di Gresik. (wil) 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved