HUT Kota Kediri

Moeldoko Ingatkan Pemerintah Kota Kediri tentang Pentingnya Digital dan Melayani

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ingatkan Pemerintah Kota Kediri tentang pentingnya digital dan melayani alias Dilan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network
Menurut Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, program buatan Pemerintah Kota Kediri sangat membantu pemerintah pusat untuk melaju bersama di era teknologi, Senin (26/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengungkapkan, pentingnya digital dan melayani (Dilan) dalam pelayanan publik, apalagi di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) seperti saat ini.

Moeldoko menjelaskan, Dilan merupakan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mendekatkan pelayanan kepada publik.

“Memang kita mau tidak mau basisnya harus digital. Kita juga sudah mengenal Online Single Submission (OSS) di mana perizinan menjadi cepat diselesaikan. Kalau kita orientasinya sudah di sana, maka pelayanan kita sudah bisa dipastikan bisa optimal,” tandas Moeldoko saat menjadi pembicara Talk Show Memperkuat Kota Kediri Sebagai Service City di Tengah Pandemi yang digelar Tribun Network, Senin (26/7/2021). 

Pada kesempatan itu, Moeldoko juga berpesan pada semua pihak untuk mengantisipasi fenomena global.

Menurutnya, ada lima fenomena global yang tidak bisa diabaikan yaitu, dunia telah berubah, berubah dengan cepat, penuh dengan risiko, kompleksitas, surprise.

“Contoh nyatanya adalah Covid-19. Berubahnya luar biasa, berkembang dengan cepat, risikonya tinggi dan merubah tatanan kehidupan. Lima fenomena ini tolong menjadi atensi serius dalam membangun dan melangkah ke depan,” jelasnya.

Dikatakannya, di masa pandemi ini, walaupun ada banyak pembatasan untuk daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, pembangunan infrastruktur tetap dapat dilanjutkan.

Baca juga: 20 Hafidz dari Berbagai Ponpes Ikuti Khotmil Quran Sambut HUT ke-1142 Kota Kediri

Menurut Moeldoko, seperti adanya bandara di Kediri yang sudah melalui proses pembangunan 50 persen juga menjadi kekuatan baru bagaimana pertumbuhan kota akan menjadi lebih dahsyat lagi.

Hal tersebut menurutnya ke depan akan meningkatkan bisnis pariwisata.

“Untuk itu harus dibangun culture (budaya) bagaimana masyarakat bisa merespons hal tersebut dengan baik. Bagaimana pariwisata menjadi budaya yang hidup dari masyarakat seperti yang terjadi di Bali, sehingga mulai sekarang memang harus disiapkan,” terangnya.

Moeldoko juga menyampaikan konsep Kediri The Service City selaras dengan Dilan. Ia berharap Kota Kediri ke depan semakin bersinar.

Menurutnya, Kota Kediri memiliki trademark yang luar biasa. Kondisi inilah yang memudahkan untuk membranding Kota Kediri ke depan.

“Saya pikir Pak Wali Kota Kediri sudah bagus memimpin Kota Kediri. Hal ini tolong menjadi atensi serius dalam kita membangun ke depan,” ungkapnya.

Sementara Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memaparkan konsep Kota Kediri sebagai The Service City. Inovasi di berbagai bidang yang telah dilakukan dijabarkan satu per satu. Mulai dari english massive, beasiswa perguruan tinggi, home care, Sahabat, si Jamal, Layanan Online Sakti, dan lain-lain.

“Kita mencoba untuk memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk juga perizinan untuk disabilitas. Kita dorong disabilitas dapat layanan yang baik. Yang bisa diajak kerja sama dengan pemerintah juga kita ajak kerja sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved