Breaking News:

Berita Magetan

Sepekan Vaksin Covid-19, Ketua RT di Magetan Drop dan Meninggal di RSUD

Ingin memberi contoh sebagai Ketua RT di Dusun Babadan, Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jarwanto (48) melakukan vaksin Covid-

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Istri almarhum Jarwanto, Ny Sukinem dan putri satu satunya saat Surya mendatangi rumahnya ikut berbela sungkawa. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ingin memberi contoh sebagai Ketua RT di Dusun Babadan, Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jarwanto (48) melakukan vaksin Covid-19 pertama kali di dusunnya di Balai Desa Pojoksari, tetangga desa setempat.

Namun, sepekan kemudian Bapak satu putri ini tiba tiba drop dan meninggal setelah berusaha dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan. Karena dirawat dipandemi Covid-19 ini, almarhum ini pun dianggap meninggal terpapar Covid-19

"Dalam kondisi drop, mata terbuka tapi tidak bisa melihat siapa siapa disekelilingnya, bicaranya juga tidak jelas. Badan sudah lemes, gk bisa jalan. Kondisi itu setelah sepekan di vaksin,"kata Suwito, warga Desa Baron, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Sodara ipar Jarwanto (almarhum) kepada Surya, Kamis (29/7).

Namun karena meninggalnya almarhum Jarwanto dikabarkan terpapar Covid-19, istri dan anaknya di Dusun Babadan, dijauhi tetangga kanan kiri. Tidak inging pengasingan keluarga almarhum Jarwanto yang semasa hidupnya juga guru ngaji di surau dan masjid terdekat di swabkan ke Puskesmas Sukomoro, Magetan.

"Istri dan anak almarhum saya antar swab ke Puskesmas Sukomoro, hasilnya negatif. Kalau swab negatif begini kan tetangga tidak mengucilkan dari pergaulan sehari hari. Tapi demi menjadi kebaikkan semua. Istri dan anak almarhum kami minta dirumah saja sementara, anggap isolasi mandiri (Isoman),"ujar Suwito.

Almarhum Jarwanto, katanya,  menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Sayidiman setelah mengalami drop. Keluarga membawa Jarwanto setelah sepekan menjalani vaksinasi covid 19 di Balai Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.

Baca juga: Ingatkan Pentingnya Vaccine Nationalism, Menko Airlangga Dorong Produksi Vaksin Dalam Negeri

"Seusai di vaksin menurut istri dan anaknya tersangka tidak mengeluh apa apa. Bahkan masih memimpin kerja bhakti di lingkungan. Sehat malah di Masjid setempat mengajar ngaji anak anak dan orangtua. Almarhum Jarwanto memang punya riwayat asam lambung. Setelah diperiksa tenaga medis dinyataka sehat, kenudian diinjeksi,"kata Serma TNI AU  Samuji Kakak Ny Sukinem, istri almarhum Jarwanto kepada Surya diteras depan rumah Almarhum.

Waktu Almarhum Jarwanto drop, mau perawatan di RSUD, kami diminta tandatangan kalau Jarwanto terpapar Covid 19. Karena kluarga bingung melihat almarhum sudah setengah kritis terpaksa tandatangan.

"Bagaimana lagi, kita diminta tandatangan covid 19, ya harus kami terima. Melihat almarhum waktu itu tidak tega. Kami takut waktu itu adik saya Jarwanto tidak tertolong kalau kami tidak tandatangan. Almarhum meninggal kekurangan oksigen,"kata Serma Samuji.

Kepala Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan Suwarni Ssos, mengakui selama pandemi ini ada 13 warga meninggal akibat covid 19. Sebanyak 11 warga meninggal asli warga Kelurahan Tinap dan dua orang satu warga Jakarta, satu warga Bangkalan. 

"Sesuai catatan di Kelurahan Tinap selama covid 19 ini, warga meninggal terkena covid asli ada 11 orang. Sedang dua diantaranya warga Jakarta dan Bangkalan, terakhir covid 19 meninggal Pak Jarwanto,"kata Lurah Suwarni kepada Surya, di kantornya.

Dicatatan Kelurahan Tinah, almarhum Jarwanto meninggal akibat Covid 19. Catatan meninggal kontraindikasi obat tidak ada. Semua dari ke 13 orang yang di rawat di RSUD dr Sayidiman, meninggal terpapar Covid 19.(tyo).

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved