Berita Surabaya
Jalan Darmokali Ramai Pembeli Bendera Merah Putih, Pedagang Kaget: Semoga Kondisi Ini Bertahan
Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76, Jalan Darmokali Surabaya ramai didatangi pembeli bendera Mera Putih. Penjual: semoga kondisi bertahan.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Zainal Arif
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76, masyarakat Surabaya dan sekitarnya mulai mendatangi Jalan Darmokali Surabaya untuk membeli bendera Merah Putih.
Aatu persatu calon pembeli terlihat bergantian mendatangi setiap lapak di sepanjang jalan kawasan selatan wilayah Kota Surabaya ini.
Kegelisan para penjahit dan pedagang di kawasan yang dikenal sebagai sentra penjualan bendera akibat sepinya pembeli dibulan Juli lalu, kini berubah menjadi senyum sumringah.
Hal itu seiring dengan ramainya para pembeli dibulan Agustus ini.
"Kami kaget bulan Juli kemarin sangat sepi pembeli. Tapi Alhamdulillah, mulai tanggal 1 Agustus pembeli sudah mulai banyak. Hari ini dari pagi sampai siang juga ramai," kata Sejinah satu diantara penjahit dan pedagang bendera saat ditemui awak Tribun Jatim Network di kawasan tersebut, Senin (2/8/2021).
Baca juga: Bendera Merah Putih Dikibarkan PKL hingga Tukang Becak di Surabaya, Simbol Ikhtiar Perangi Covid-19
Sudah menjadi kebiasaan bagi warga Surabaya dan sekitarnya memburu bendera disaat momentum perayaan HUT RI di Sentra Penjualan Bendera untuk dipasangi di depan rumah-rumah warga hingga perkantoran.
Melihat potensi itu, beberapa lapak disana mengaku memproduksi sendiri bendera, umbul-umbul, hingga aksesoris perayaan Kemerdekaan RI untuk dijual.
"Saya sudah menyiapkan banyak bendera untuk dijual sejak bulan Januari. Semoga kondisi ramai pembeli seperti sekarang terus bertahan di bulan ini," terang Sejinah.
Saat ditanya barang apa yang banyak diburu pembeli, Sejinah mengatakan para pembeli lebih sering membeli bendera Merah Putih untuk dikibarkan di rumah.
"Paling banyak bendera, di sini bendera dijual mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 45 ribu tergantung jenis kain dan ukuran," ungkapnya.
Baca juga: Warga Sumenep Kibarkan Merah Putih di Tengah PPKM Level 3, Gelorakan Semangat Perangi Covid-19
Menilik kebelakang, masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ) pada Agustus tahun lalu, rata-rata pedagang mengaku omzetnya hanya meningkat enam kali lipat dibanding hari penjualan pada hari-hari lain di waktu normal.
Sementara di bulan agustus tahun ini, para pedagang terpaksa berjualan di tengah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) demi menekan penularan Covid-19.
"Pandemi sangat memberi dampak ya, dulu kalau satu kampung bisa habis Rp 5-6 juta sekarang tinggal separuhnya," ungkap Akrom Khozin satu diantara penjual bendera dikawasan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penjualan-bendera-merah-putih-surabaya.jpg)