Breaking News:

Berita Jember

Tersangka Kasus Perusakan Mobil Ambulans di Jember Bertambah, Ada yang Pukul Kaca hingga Gembosi Ban

Tersangka kasus perusakan mobil ambulans di Jember bertambah, mereka punya peran masing-masing, ada yang memukul kaca sampai menggembosi ban.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas Polres Jember
Tersangka kasus perusakan mobil ambulans milik Rumah Sakit Bina Sehat (RBS) Jember bertambah. Kali ini, polisi menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka, yakni IM (24) dan MRA (23) warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Tersangka kasus perusakan mobil ambulans milik Rumah Sakit Bina Sehat (RBS) Jember bertambah.

Kali ini, polisi menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka, yakni IM (24) dan MRA (23) warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember.

Polisi telah menangkap keduanya pada Senin (2/8/2021).

Total ada lima orang tersangka dalam peristiwa perusakan mobil ambulans pada Jumat (23/7/2021) malam itu.

"Dua orang tambahan yang ditangkap adalah berinisial IM (24) dan MRA (23), semuanya warga Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (3/8/2021).

Yogi menuturkan, IM dan MRA memiliki peran masing-masing dalam perusakan itu.

IM memukul kaca mobil ambulans memakai tangan kosong, sedangkan MRA menggembosi ban, dan melepas penutup ban mobil ambulans tersebut.

Kedua orang itu bersama dengan ME (30), ES (35), dan AR (26) merusak mobil ambulans RSBS yang mengantarkan jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Dusun Sukmaelang, Desa Pace, Kecamatan Silo.

Kelima orang itu merusak ambulans karena emosi termakan informasi tidak benar perihal hilangnya organ tubuh jenazah tersebut. Padahal ketika dicek, tidak ada organ tubuh yang hilang.

Baca juga: 3 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Perusakan Mobil Ambulans di Jember, Insiden Dipicu Hoax

Keluarga dan warga setempat juga mengambil paksa jenazah dari mobil ambulans. Padahal jenazah sudah dipulasarakan memakai protokol pemakaman Covid-19.

Keluarga yang tidak percaya mengambil paksa jenazah dari mobil ambulans, dan kemudian membuka jenazah di dalam rumah.

Tidak hanya itu saja, warga yang marah juga merusak mobil ambulans RSBS.

Kasus itupun diselidiki oleh polisi. Pada Minggu (1/8/2021) lalu, polisi menetapkan tiga orang tersangka, dan dilanjutkan dengan penetapan dua orang tersangka lagi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar. Terpancing informasi tidak benar, sampai melanggar hukum," tegas Yogi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved