Breaking News:

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Salurkan 3.000 Paket Bansos ke Warga Tak Terdaftar DTKS, Ipuk: Banyak yang Terdampak PPKM

Banyuwangi menyalurkan 3.000 paket bansos beras pada warga tak terdaftar DTKS, Ipuk: Banyak kalangan yang terdampak dari PPKM.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyerahkan bansos di Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan sosial sembako untuk warga yang tidak terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Satu di antaranya termasuk bansos yang berasal dari Kementerian Sosial.

Kali ini sasaran penerima adalah 3.000 warga yang berasal dari pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku seni, sopir angkot, dan para karyawan toko, yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Bansos diserahkan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, Rabu (4/8/2021).

Ipuk menjelaskan, penerima bansos dari Kemensos ini merupakan warga yang belum terdata dalam DTKS dan belum pernah mendapatkan bantuan lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial (BST), BLT Desa, bansos dari APBD dan lainnya. 

"Banyak kalangan yang terdampak dari PPKM ini. Seperti pelaku wisata, karena destinasi wisata harus tutup selama PPKM pendapatan mereka tentu menurun. Terima kasih Menteri Sosial Ibu Tri Rismaharini yang telah menambah 3.000 paket bansos ini," kata Ipuk. 

Ipuk juga meminta kepada Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi agar mereka bisa didata dan dimasukkan ke dalam DTKS.

Baca juga: Pemkab Banyuwangi Salurkan Bantuan Sembako untuk Tukang Pijat di Kapal Penyeberangan

“Saya tadi minta agar mereka bisa dimasukkan ke dalam DTKS. Karena mungkin dulu mereka ini masih terhitung sebagai orang mampu, namun karena dampak Covid-19 dan PPKM akhirnya menjadi orang yang kurang mampu. Sehingga dengan masuk DTKS, ke depan bisa lebih mudah terjangkau program bantuan pemerintah,” ujar Ipuk.

Salah satu penerima bansos, Mustaqbilal (40), pelaku seni pemahat barong mengaku senang mendapat perhatian dari pemerintah. Mustaqbilal merupakan penerima bansos yang juga seorang difabel.

“Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan. Bisa mengurangi beban sehari-hari," katanya. 

Penerima bansos lainnya, Citra Quratun, pegawai salah satu pasar modern berharap kondisi bisa segera pulih.

"Semoga kondisi segera pulih, dan kami bisa bekerja lagi," kata Citra yang saat ini bekerja sampingan makanan olahan selama PPKM.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved