Berita Ponorogo

Jerit Petani Cabai Merah di Ponorogo Terdampak PPKM, Harga Anjlok Karena Hajatan Dilarang

Petani cabai merah di Ponorogo mengeluh harga panen pasca PPKM anjlok. Berharap pemerintah bisa sedikit melonggarkan aturan PPKM.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Petani cabai merah Ponorogo, Gayuh Satria mengeluh rendahnya harga panen. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Petani cabai merah di Ponorogo mengeluh karena anjloknya harga panen pasca penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Petani cabai merah, Gayuh Satria menyebut, sebelum PPKM harga cabai di pasaran bisa di atas Rp 30 ribu perkilogram.

Sedangkan harga beli di petani paling jelek minimal Rp 15 ribu perkilogram.

"Sekarang karena ada PPKM dan hajatan tidak diperbolehkan, harga satu kilo cuma Rp 8-10 ribu dari petani, kalau di pasar Rp 20 ribu perkilogram," kata Gayuh, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Seribu Siswa SMAN 3 Ponorogo Antusias Vaksinasi Covid-19, Tidak Merasa Takut: Kayak Digigit Semut

Gayuh sendiri sebenarnya berharap harga cabai merah bisa naik di Bulan Dzulhijjah lantaran banyak hajatan sehingga permintaan bumbu dapur akan naik.

Namun karena hajatan dilarang, permintaan cabai merahnya pun juga turun.

Dengan rendahnya harga cabai merah, Gayuh merasa rugi karena jika harga normal, ia bisa untung 50 persen hingga 100 persen dari biaya produksi.

"Kalau sekarang ya impas, cuma balik modal dari biaya produksi," lanjut petani asal Kecamatan Bungkal ini.

Dengan anjloknya harga cabai merah, Gayuh juga harus pandai-pandai menjual hasil panennya tersebut.

Baca juga: Distribusi Obat Covid-19 Gratis, Dandim Ponorogo Jangan Sampai Ada Pasien yang Tidak Dapat Obat

Sebelum harga anjlok, banyak tetangga yang langsung pesan cabai begitu tahu panen.

"Sekarang tetangga belinya langsung ke pasar karena di pasar saja sudah murah jadi tidak usah langsung ke petani," tambahnya.

Walaupun harganya anjlok, Gayuh tetap memanen cabainya agar tidak busuk di pohon.

"Tapi tidak langsung semua, dipanen sedikit-sedikit sambil menunggu barang kali harga naik," jelasnya.

Gayuh berharap pemerintah bisa sedikit melonggarkan aturan PPKM terutama di Ponorogo.

Misalnya saja hajatan diperbolehkan dan rumah makan diperbolehkan buka lebih lama.

"Kalau lebih laris otomatis kebutuhan bumbu lebih banyak jadi ambilnya dari petani juga lebih banyak lagi," pungkasnya.

Berita tentang Ponorogo

Berita tentang PPKM Level

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved